Motivasi Tontowi Ahmad Terkikis karena Status Magang di Pelatnas PBSI

Status sebagai atlet magang di pelatnas PBSI menjadi salah satu alasan Tontowi Ahmad memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis. Tontowi mengaku status tersebut mengikis motivasinya untuk terus bermain.
Tontowi menjelaskan, federasi mengumumkan status magang itu pada Desember 2019. Pria berusia 32 tahun tersebut mengaku kaget dengan status tersebut. Kendati bukan alasan utama, status itu diakui sedikit-banyak memengaruhi keputusannya.
"Sebenarnya, ya, ini bukan alasan atau apa, tapi dari PBSI kemarin saya sempat kaget juga 'kan karena SK saya magang. Kalau untuk magang di PBSI saya agak keberatan. Magang itu 'kan dari atlet junior yang mau masuk ke pelatnas," kata Tontowi dalam video conference yang diikuti kumparanSPORT.
"Saya tahunya sekitar bulan Desember, untuk keputusan ada promosi-degradasi sekitar Desember. Saya dikasih tahu tentang status saya itu bulan-bulan itu. Reaksi saya kaget saja karena saya tak menyangka," jelasnya.
Tontowi menampik bahwa keputusan pensiun diambil karena sudah tak berpasangan dengan Liliyana Natsir yang pensiun pada awal 2019. Selain faktor kepuasan akan prestasi, kepentingan keluarga, status magang di PBSI bikin motivasi Tontowi terkikis.
"Enggak juga, sih. Dari pertama engga pasangan (dengan Liliyana) juga saya masih pengin main, tapi situasi engga mendukung dengan salah satunya karena status magang itu. Hal itu menggangu motivasi saya untuk melanjutkan bermain, tapi bukan alasan utama saya. Saya sudah merasa cukup, merasakan sudah waktunya untuk berhenti," ujar pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, itu.
Tontowi tak ingin memperpanjang persoalan status magang di PBSI dengan bertanya dasar keputusan. Namun, ia berharap federasi tepok bulu Tanah Air bisa lebih arif dalam mengambil keputusan, terlebih kepada atlet yang sudah berpengalaman dan senior.
Selama berkarier, khususnya bersama Liliyana, Tontowi menjadi tulang punggung Indonesia dengan meraih sederet prestasi. Mulai dari Kejuaraan Dunia, All England, hingga puncaknya di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
"Saya tak tanya (alasannya, itu keputusan PBSI, saya tak nanya juga. Sebenarnya saya tak mau bahas itu. Saya pensiun sekarang sudah tenang, saya tak ingin bahas, tapi saya sedikit kasih masukan ke PBSI," ujarnya.
"PBSI itu organisasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. Contoh saya yang sudah berprestasi, saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia, saya baru dicoba satu pasangan, walaupun belum pernah masuk semi, saya sudah kalahkan pemain top 10. Maksudnya, saya tak sejelek itu yang harusnya langsung dibuang," jelas Tontowi.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
