Nilmaizar Akui Semen Padang Bermain Buruk

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Semen Padang sedang dalam masa sulit. (Foto: Semen Padang)
zoom-in-whitePerbesar
Semen Padang sedang dalam masa sulit. (Foto: Semen Padang)

Semen Padang belum kunjung mampu keluar dari lubang jarum. Dalam lanjutan kompetisi GoJek Traveloka Liga 1 pekan ketujuh, Kabau Sirah harus menerima kekalahan ketiganya musim ini.

Sebelumnya, Hengki Ardiles cs. sudah kalah dari Bali United (0-2) dan Pusamania Borneo FC (0-1). Pada laga yang dihelat Starion Patriot Candrabhagha, Bekasi, pada Sabtu (20/5) sore WIB, Semen Padang menyerah 0-1 dari Bhayangkara FC.

Pelatih Semen Padang, Nilmaizar, mengakui bahwa timnya tampil buruk pada laga ini.

"Kami sudah [melakukan] evaluasi saat istirahat babak pertama. Kami lihat kurang adanya support untuk [Marcel] Sacramento dan kami lihat ada beberapa perubahan yang terjadi pada babak kedua," ujar Nil kepada pewarta usai pertandingan di Media Centre Stadion Patriot, Sabtu (20/5) petang.

"Masuknya Riko [Simanjuntak] dan [Vendri] Mofu memang memberikan angin segar pada sisi sayap kami, tetapi itu belum cukup membantu. Kami akan mengadakan evaluasi kembali sekembalinya ke Padang nanti. Hasil pertandingan kali ini (melawan Bhayangkara --red) belum cukup bagus bagi kami," sambungnya.

Terpuruknya permainan Semen Padang makin diperparah setelah diusirnya sang kapten, Marcel Sacramento, akibat menginjak wasit. Kendati demikian, Nil belum bisa memberikan komentar terkait insiden yang terjadi.

"Kalau persoalan Sacramento itu, mari kita telaah dulu kejadiannya. Dia dihantam oleh pemain belakang. Jika kita sama-sama merunut kepada Laws of The Game, jika seorang pemain depan dilanggar sedikit saja, maka dianggap pelanggaran," tegas mantan pelatih Tim Nasional Indonesia itu.

"Mungkin Sacramento tak bisa terima atas keputusan wasit dan memilih meluapkannya melalui protes dan saya rasa itu wajar. Tetapi jika dia menendang wasit itu tentu juga tidak boleh. Semua kejadian ini tentu ada plus dan minusnya."

Nil Maizar (tengah) pernah menjadi pelatih Semen padang FC. (Foto: https://www.instagram.com/semenpadangfcid/)
zoom-in-whitePerbesar
Nil Maizar (tengah) pernah menjadi pelatih Semen padang FC. (Foto: https://www.instagram.com/semenpadangfcid/)

"Tapi apa yang terjadi tentu hanya Sacramento dan wasit yang mengetahui. Wasit pulalah yang berhak mengambil keputusan. Saya pribadi tidak mengetahui apakah tindakannya (Sacramento --red) pantas dikartu merah atau kartu kuning. Saya akan membicarakan dengannya nanti," jelas Nil.

Nil mengakui kekalahan kedua secara beruntun dan satu hasil seri dari tiga pertandingan terakhir memang sebuah proses dalam menjalani kompetisi. Sebab, sambung Nil, kompetisi Liga 1 jauh berbeda dengan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

"Ada tekanan tersendiri yang sama-sama kita hadapi sepanjang satu musim pertandingan," tutup Nil.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Riko Simanjuntak selaku perwakilan pemain mengatakan bahwa semua pemain telah berjuang untuk keluar dan meraih kemenangan. Meski demikian, mantan pemain Pesegres Gresik United itu menilai kinerja wasit yang memimpin pertandingan sangat buruk.

"Saya rasa teman-teman di lapangan sudah berusaha dengan keras, seperti yang sudah sama-sama kita lihat. Jika pemain kami dilanggar tapi kami punya advantage, kenapa permainan harus dihentikan?" keluhnya.

"Hal-hal seperti itu yang harusnya tidak boleh dilakukan oleh wasit karena bisa menggangu konsentrasi para pemain," tutup Riko.