Olimpiade 2020 Resmi Ditutup: AS Juara Umum, RI Ke-55

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Olimpiade 2020 Tokyo. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Olimpiade 2020 Tokyo. Foto: kumparan

Olimpiade 2020 resmi ditutup. Setelah berlangsung selama kurang lebih dua minggu, pesta olahraga terbesar di dunia itu ditutup di Tokyo Olympic Stadium, Jepang, Minggu (8/8) malam WIB. Amerika Serikat keluar sebagai juara umum, sedangkan Indonesia di urutan 55.

Bendera-bendera peserta Olimpiade masuk ke lapangan menjadi awal penutupan Olimpiade 2020. Berbeda dengan pembukaan, kali ini bendera peserta dibawa oleh para volunteer karena beberapa kontingen sudah pulang akibat peraturan soal COVID-19.

Usai bendera masuk ke arena, giliran para atlet yang masih berada di Jepang masuk. Terlihat para atlet memamerkan medali yang didapatkannya atau ada juga yang mengucapkan terima kasih kepada Jepang yang sudah sangat baik menjadi tuan rumah.

Tak lupa, pesta kembang api dan pertunjukan grafis yang menakjubkan mewarnai upacara penutupan ini. Lantunan musik dan kesenian Jepang juga ditampilkan.

Dimulai dengan lagu dan tarian tradisional Suku Ainu, video berlanjut ke Ryukyu Eisa, Nishimonai Bon Odori, dan Gujo Odori, yang menampilkan festival-festival kuno yang indah dan pemandangan indah Jepang.

Obor Olimpiade menyala saat penutupan Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (8/8/2021). Foto: Toby Melville/REUTERS

Di tengah-tengah acara penutupan diselipkan seremoni medali kepada atlet yang menjadi juara cabang olahraga marathon putri dan putra. Pelari Putri Kenya, Peres Jepchirchir, meraih medali emas usai unggul dari rekan senegaranya, yakni Brigid Kosgei.

Kenya juga mendapatkan medali di sektor putra usai Eliud Kipchoge menjadi yang tercepat. Ia berada di depan Abdi Nageeye dari Belanda dan Abdi Bashir dari Belgia.

Penutupan Olimpiade ditutup dengan penurunan bendera Olimpiade, pemadaman Obor Olimpiade, dan pidato dari Presiden IOC. Bendera lalu diserahkan kepada Gubernur Paris yang akan menjadi tuan rumah di edisi sebelumnya. Tak lupa, lagu kebangsaan Prancis, yakni 'La Marseillaise', juga didengungkan.

Olimpiade 2020 sendiri memainkan 33 cabang olahraga dan terdapat lima cabor yang memulai debutnya, yakni baseball, karate, panjat tebing, selancar, dan skateboard.

Sebanyak 206 negara pun ikut ambil bagian di multi-event terbesar di dunia. Beberapa negara pun mendapatkan medali perdananya.

Pembawa bendera berpartisipasi pada penutupan Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (8/8/2021). Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS

Filipina misalnya, mereka mendapat medali emas pertama lewat cabang angkat besi. Adalah Hidilyn Diaz yang berhasil mempersembahkan emas pertama bagi Filipina dalam sejarah Olimpiade.

Sepanjang ikut serta di Olimpiade, Filipina hanya sanggup meraih 3 perak dan 7 perunggu. Pada Olimpiade Brasil 2016, meraih satu medali perak saja.

Selain itu, ada San Marino yang menjadi negara terkecil mendapatkan medali Olimpiade. Alessandra Perilli yang tampil di cabang menembak trap putri meraih medali perunggu.

Momen-momen viral yang tak terlupakan juga tersaji di Olimpiade Tokyo 2020 kali ini. Seperti atlet Italia, Gianmarco Tamberi; dan atlet Qatar, Mutaz Essa Barshim; berbagi medali emas di cabang olahraga atletik kategori lompat tinggi putra. Ini karena keduanya mencatatkan hasil lompatan yang sama.

Lalu, ada juga Kokona Hiraki, skater Jepang yang menjadi atlet termuda meraih medali. Gadis berusia 12 tahun itu meraih medali perak usai turun di babak final nomor Women's Park.

Kembang api terlihat dari luar stadion saat penutupan Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (8/8/2021). Foto: REUTERS/Thomas Peter

Indonesia sendiri mendapatkan satu medali emas, satu perak dan tiga perunggu di Olimpiade 2020. Catatan tersebut membuat RI berada di posisi ke-55.

Medali emas didapatkan melalui bulu tangkis sektor ganda putri. Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas usai mengalahkan pasangan China.

Sementara, medali perak didapatkan oleh Eko Yuli dari cabang angkat besi. Medali pertama Indonesia di Olimpiade kali ini juga didapat dari angkat besi.

Obor dan kuali Olimpiade selama upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Kareem Elgazzar-USA TODAY Sports

Adalah Windy Cantika yang berhasil meraih medali perunggu. Windy yang turun di nomor 49 kg putri menorehkan total angkatan 194 kg. Catatan tersebut didapat atlet 19 tahun itu usai menorehkan angkatan snatch 84 kg serta clean and jerk 110 kg.

Sementara, Amerika Serikat keluar sebagai juara umum. AS berhasil meraih 39 emas, 41 perak dan 33 perunggu. Perolehan emasnya hanya berselisih satu dari China yang berada di posisi kedua.

embed from external kumparan