Padma Run Bali 2025: Ajang Perpaduan Olahraga, Budaya, dan Kepedulian Sosial
·waktu baca 2 menit

Untuk pertama kalinya, Padma Run digelar di Bali pada Mei 2025 setelah sebelumnya sukses digelar di Bandung dan Semarang. Lebih dari 740 pelari dari berbagai kota di Indonesia dan sembilan negara ikut serta dalam ajang ini.
Berlangsung di Kecamatan Payangan, Gianyar, kegiatan ini menghadirkan tiga kategori lari, yakni 5K, 10K, dan Kids Dash, yang terbuka bagi semua kalangan, baik pemula hingga pelari berpengalaman.
Padma Run bukan sekedar ajang olahraga, melainkan gerakan sosial melalui program Padma GIVE (Grant, Inspire, Volunteer, Empower). Ya, tahun ini, kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 113 juta.
Seremoni penyerahan donasi berlangsung di SD Negeri 2 Puhu, dihadiri tokoh masyarakat dan perwakilan Padma Hotels. Dana tersebut kemudian disalurkan untuk renovasi fasilitas sekolah, penyediaan laptop, dan dukungan pengelolaan sampah di beberapa banjar.
Nuansa Budaya Ramaikan Padma Run Bali 2025
Keistimewaan Padma Run Bali 2025 juga terlihat dari nuansa budaya yang menghiasi jalur lomba. Tari Barong dan Tari Kera membuka acara di garis start, tarian Joged menyemarakkan kilometer pertama, sedangkan Hanoman hadir di kilometer tujuh yang menghadirkan atmosfer khas Bali.
Menurut Race Director Padma Run, Inez Teresa, keberhasilan acara ini bukan hanya soal antusiasme peserta, tetapi juga warisan positif yang ditinggalkan untuk pendidikan dan komunitas lokal.
Setelah Bali, Padma Run akan kembali digelar di Semarang pada September 2025, membawa semangat #LaceUpForChange untuk menyatukan masyarakat melalui olahraga, budaya, dan aksi nyata.
