Para Tenis Meja RI Tak Patok Target Tinggi di Asian Para Games, Harapkan Kejutan

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontingen Indonesia dari cabang olahraga para tenis meja melakukan latihan jelang Asian Para Games 2022 di Gongzhou Canal Sport Park Gymnasium Hangzhou, Rabu (18/10). Foto: NPC Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Kontingen Indonesia dari cabang olahraga para tenis meja melakukan latihan jelang Asian Para Games 2022 di Gongzhou Canal Sport Park Gymnasium Hangzhou, Rabu (18/10). Foto: NPC Indonesia

Tim para tenis meja Indonesia tidak memasang target tinggi di Asian Para Games 2022, yakni 2 perunggu. Mengingat, 'Merah Putih' cukup berprestasi di cabang olahraga tersebut dalam beberapa turnamen terakhir.

Pada Asian Games 2018, Indonesia meraih 4 medali emas, 4 medali perak, dan 9 medali perunggu. Sementara itu, 'Merah Putih' menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2023 dengan 31 emas, 16 perak dan 17 perunggu.

Adyos Astan, atlet para tenis meja kelas T4, mengungkapkan bahwa federasi memang tidak mematok target tinggi. Hal itu bertujuan agar para atlet tidak terbebani.

“Kami memang selalu tidak pernah muluk-muluk, selalu membuat target realistis," ucap Adyos usai latihan di Gongzhou Canal Sport Park Gymnasium, Hangzhou, China, pada Rabu (18/10) lalu, dalam pernyataan resmi.

Kontingen Indonesia dari cabang olahraga para tenis meja melakukan latihan jelang Asian Para Games 2022 di Gongzhou Canal Sport Park Gymnasium Hangzhou, Rabu (18/10). Foto: NPC Indonesia

"Jadi mudah-mudahan dengan target yang di bawah itu mayoritas atlet tidak terbebani dan sebaliknya mereka akan bermain lebih lepas. Memang kami selalu menargetkan target minimal tapi dengan usaha maksimal,” tambahnya.

Tim para tenis meja Indonesia akan menghadapi saingan berat seperti China, Jepang dan Korea. Untuk menghadapi rival tersebut, atlet para-tenis meja telah menjalani pemusatan latihan selama satu tahun di Solo.

“Di sela-sela persiapan itu kami juga banyak mengikuti single event. Hal itu sudah menjadi bekal bagi pemain. Fisik dan mental kami saat ini sudah siap bertanding,” terang Adyos.

Di lain sisi, Bayu Widi Hapsara Purba selaku pelatih, mengungkapkan seluruh atlet dalam kondisi siap bertanding. Ia juga berharap adanya kejutan dari beberapa atlet yang tampil apik di single event.

“Kami berharap ada kejutan nanti seperti di kelasnya Rian, Komet Akbar, Adyos dan Yayang. Beberapa pemain kami juga bisa mengimbangi permainan lawan yang berada di peringkat 10 dunia,” jelas Bayu.

Skuad para tenis meja diisi oleh 14 atlet dan akan mulai bertanding pada 22 Oktober mendatang. Indonesia mengirimkan 130 atlet ke Asian Para Games dan bertanding di 12 cabor.