PASI Tanggapi Balap Lari Liar yang Tengah Viral: Bisa Jadi Ada Bakat Terpendam

Fenomena balap lari di jalan raya belakangan menjamur di sejumlah daerah. Pro dan kontra pun bermunculan seiring dengan ramainya adu lari yang biasanya dilakukan remaja tanggung ini.
Ada yang menilai kegiatan itu sebagai hal yang positif--ketimbang balap motor liar. Akan tetapi, ada pula yang melihatnya sebagai aktivitas ilegal karena mengandung unsur judi dan mengganggu ketertiban umum.
Terkait hal itu, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memberikan pandangannya. Ditinjau dari sisi olahraga, adu lari cepat (sprint) tersebut sebenarnya layak dijadikan sebuah perlombaan.
“Kalau taruhan, apa saja sebenarnya bisa dijadikan taruhan. Tapi, PASI melihatnya dari unsur olahraganya. Sebenarnya balap lari seperti itu bagus karena bisa memunculkan bakat terpendam. Cuma memang harus diarahkan, bisa dibuat jadi suatu kontes atau perlombaan dengan tempat yang layak dan berhadiah,” ujar Sekjen PASI, Tigor Tanjung, kepada kumparan, Jumat (11/9).
Tigor menyatakan pihaknya dulu sempat membuat lomba sprint 60 meter di setiap provinsi. Hal itu dilakukan untuk menggalakkan olahraga lari di masyarakat, terutama usia muda.
PASI bahkan membuat perlombaan tersebut dengan sistem final round. Dimulai dari tingkat kota dan kabupaten, lalu para pemenang akan diadu di tingkat provinsi.
“Karena memang sebenarnya sprint jadi modal dari semua nomor (atletik). Pelari marathon pun menjelang finish akan sprint. Ini perlu buat anak-anak remaja,” kata Tigor.
“Jadi bisa kita arahkan (balap lari liar) ke sana (perlombaan). Daripada taruhan, mendingan buat perlombaan yang layak, mungkin ada EO (Event Organizer) yang mengatur,” tandasnya.
Balap lari liar di jalan raya pun menimbulkan konsekuensi ditangkap pihak kepolisian. Seperti peristiwa pada pada Jumat (11/9) ini saat Polsek Ciledug mengamankan 12 remaja yang melakukan balap lari di samping kantor Kecamatan Ciledug, Tangerang Selatan.
Mereka ditangkap karena kedapatan menutup jalan umum sebagai lintasan lari. Para pelaku melaksanakan aksi sekitar pukul 00.30 WIB, saat kondisi jalan mulai sepi.
Balap lari ini diadakan dengan dalih mengisi waktu luang para remaja di tengah pandemi COVID-19.
