PB Djarum Terbuka soal Beri Peluang Dukung Atlet Non-Pelatnas

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja saat melawan wakil China Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei pada pertandingan All England di Birmingham, Inggris, Rabu (12/3/2025). Foto: PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja saat melawan wakil China Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei pada pertandingan All England di Birmingham, Inggris, Rabu (12/3/2025). Foto: PBSI

PB Djarum untuk memberi dukungan secara terbuka kepada atlet bulu tangkis yang memilih berkarier di luar pelatnas PBSI. Hal ini disampaikan langsung oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

Belakangan, sejumlah atlet bulu tangkis memilih untuk keluar dari Pelatnas PBSI dan berkarier profesional. Terbaru adalah dua atlet tunggal putra, yakni Jonatan Christie dan Chicco Dwi Aura.

Namun, ada kesulitan tersendiri dalam menjadi atlet profesional. Di mana finansial yang terbatas menjadi masalah utama. Hal ini sebelumnya dikeluhkan oleh atlet profesional ganda putra RI, Sabar Karyaman/Reza Pahlevi.

Yoppy Rosimin menyebut bahwa PB Djarum akan terbuka untuk memberi dukungan kepada atlet-atlet non-pelatnas tersebut. Bahkan, hal ini telah dibuktikan mereka bagaimana mensponsori beberapa atlet, yakni salah satunya adalah Gloria Widjaja.

Konferensi pers Audisi PB Djarum 2025 dii Jakarta pada 3 Juli. Foto: Azrumi El Ghazali/kumparan

"Kami memberikan apresiasi kepada mereka yang masih mau berkarier di jalur yang profesional, serta memberikan kemudahan," ujar Yoppy Rosimin kepada pewarta di Jakarta, Kamis (3/7).

"Dan kita sudah juga beri dukungan ke atlet-atlet itu selama beberapa tahun ini. Kita punya Rehan [Naufal]/Gloria [Widjaja], lalu ada Bobby [Setiabudi]/Melati [Daeva],” tambahnya.

Namun, PB Djarum enggan sembarang pilih atlet. Mereka hanya ingin memberi dukungan kepada atlet profesional yang masih memiliki potensi besar untuk juara.

“Kita sudah buka peluang itu. Tapi, kita hanya mau dukung kalau yang masih ada potensi. Kalau yang gak ada potensi maaf, kita tidak akan beri programnya,” tutup Yoppy Rosimin.