PB Tangkas Ulang Tahun: Si Tua Donatur Prestasi

Bicara soal PB Tangkas, perkumpulan bulu tangkis asal Jakarta Selatan yang lahir pada 21 Februari 1951 ini sudah berumur 67 tahun pada 2018. Angka usia mereka itu sama dengan usia Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), tetapi secara teknis PB Tangkas lebih tua karena PBSI baru berdiri pada 5 Mei.
PB Tangkas pun berstatus sebagai yang tertua di antara 2.480 klub bulu tangkis terdaftar di Indonesia. 'Si Tua' ini memang tangkas, karena kegesitannya itu melahirkan banyak nama-nama juara lewat binaan klub. Para jagoan klub sudah menorehkan catatan empat medali Olimpiade, 10 gelar juara dunia, sembilan gelar All England, dan 10 gelar Asian Games dalam rapor emas PB Tangkas.
Maka, atas segala persembahan prestasi kepada bangsa ini, ulang tahun PB Tangkas ke-67 sangat patut dirayakan. Sekitar 850 tamu undangan yang hadir di Grand Ballroom Hotel Mulia, Kamis (29/11/2018) malam WIB, menjadi saksi kemeriahan acara bertajuk 'HUT 67 PB TANGKAS Intiland'. Magnet di acara, tentu saja peraih emas nomor perorangan Asian Games 2018 asal PB Tangkas, Jonatan Christie.
Acara sendiri dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'. Setelah sederet acara hiburan, giliran Ketua Umum PB Tangkas, Justian Suhandinata, yang memberikan sambutan. Menurut pria yang sudah bergabung ke Tangkas pada usia 11 tahun itu, klub binaannya ini telah melalui berbagai perjuangan selama 67 tahun berdiri.

"Saya bersyukur bisa berkumpul untuk merayakan ulang tahun PB Tangkas Intiland ke-67, memang tiga bulan lagi sudah berumur 68 tahun. Klub ini berdiri pada 21 Februari 1951, awalnya salah satu kub kecil di Jakarta Selatan. Saya umur 11 tahun masuk ke PB Tangkas. Dua tahun masuk, di umur 13 tahun, kesehatan ketua saat itu menurun. Mereka berpesan ke saya, PB Tangkas jangan bubar," tutur Justian dari atas panggung.
"Maka diteruskan remaja-remaja umur 13-15 tahun. Tahun 1986 mulai dibangun di kawasan Greenvile (Jakarta Barat) sampai sekarang. Sejak itu, produktivitas makin meningkat. Singkatnya, empat medali Olimpiade dipersembahkan, 10 juara dunia, sembilan juara All England, dan 10 juara Asian Games. Ada tidak enaknya juga, pernah juga hampir bubar, tidak ada sponsor. Tapi kami bisa melewati masa sulit itu," lanjutnya.
Setelah itu, layaknya acara ulang tahun pada umumnya, kue berwarna biru muda dibawa ke atas panggung. Justian bersama Ketua Yayasan Tangkas, Yuppy Suhandinata, juga Jojo --sapaan akrab Jonatan, lantas berfoto bersama dengan potongan kue tersebut.
Adapun, empat medali di Olimpiade dari PB Tangkas diukir lewat penampilan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996 (emas), Hendrawan di Olimpiade Sydney 2000 (perak), Nova Widianto/Liliyana Natsir di Olimpiade Beijing 2008 (perak), dan Hermawan Susanto di Olimpiade Barcelona 1992 (perunggu). 10 gelar juara dunia, di antaranya diraih oleh Ade Chandra, Verawaty Fadjrin, dan Icuk Sugiarto.

Kepada awak media, Jojo mengaku sangat bangga bisa tergabung bersama deretan nama-nama legendaris yang bergabung di PB Tangkas. Menurut atlet kelahiran 15 September 1997 ini, semua yang diraih PB Tangkas adalah bukti kehebatan klub ini.
"Selamat ulang tahun kepada PB Tangkas Intiland yang telah melahirkan pemain luar biasa, banyak sebelum saya misalnya Ricky Soebagdja. Tentu saya senang lahir dari PB Tangkas, klub sejak umur 9 tahun sampai masuk pelatnas di umur 15 tahun," ucap Jojo.
"Mimpi bersama klub bukan hanya sampai di saya, semoga ada bibit muda lagi yang suatu saat mengikuti seperti legenda-legenda yang ada," imbuh peraih emas SEA Games 2017 itu.
Acara pun terus berlanjut hingga ditutup dengan penampilan Ruth Sahanaya di akhir acara. Turut hadir, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto yang mewakili Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Pusat Tono Suratman, Ketua Umum PP PBSI Wiranto, serta Ketua PBSI Jakarta Alex Tirta.
