Pelita Jaya: Kami Sangat Ingin Juara

Satria Muda Pertamina sukses menyamakan kedudukan 1-1, setelah mengalahkan Pelita Jaya EMP 83-63 dalam laga kedua final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017 di BriTama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (6/5).
Kedudukan imbang membuat gim penentuan di BriTama Arena, Minggu (7/5), akan semakin seru. Laga ini akan menjadi partai hidup-mati bagi kedua tim.
SM yang sempat tertinggal di babak pertama, 32-39, memperbaiki penampilannya di kuarter tiga dan empat. Arki Dikania Wisnu yang kembali bermain, mampu mengangkat moral tim pada kuarter ketiga. Ia mencetak enam angka di kuarter tersebut dari total sembilan angka yang dibuatnya.
“Good game, anak-anak bermain luar biasa, terutama Arki yang mampu memberi momentum bagi kami,” kata Youbel Sondakh, pelatih Satria Muda.
Youbel yang merasa anak asuhnya belum maksimal meminta mereka untuk bangkit dan meraih momentum di kuarter selanjutnya. Terbukti, wejangan dari Youbel dapat memperbaiki penampilan SM.
“Saat tertinggal dua kuarter, saya sudah yakinkan anak-anak bahwa kita pasti bisa mendapatkan momentum kebangkitan,” kata Youbel.
Arki sendiri merasa yakin bahwa dia dan timnya mampu merebut gelar juara dan siap memberikan 100 persen untuk partai penentuan sore nanti.
“Saya memang belum seratus persen, tetapi ini adalah final. Semuanya berkontribusi, bukan hanya saya. Start kami lambat, tetapi kemudian bisa menemukan cara untuk bangkit,” kata Arki.
Di kubu lain, pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar, mengeluhkan banyaknya turnover yang dilakukan pasukannya, sehingga SM bisa menggambil keuntungan dari situ.
“Kami membuat 22 turnover dan SM bisa membuat 28 angka dari kesalahan kami,” katanya.
Ahang, sapaan akrab Winar, mengakui penjagaan timnya terlalu dalam sehingga petembak-petembak Satria Muda bisa leluasa mendapatkan ruang. Selain itu, Faisal J. Ahmad dkk. tak bisa lepas dari tekanan lawan.

“Setelah bola masuk, anak-anak lambat melepas bola sehingga lawan punya kesempatan melakukan pressure. Kita sudah antisipasi pemain-pemain SM yang bisa tembak tiga angka, tapi sistem game play tidak berjalan cukup bagus,” kata Ahang.
Faisal sendiri mengakui bahwa timnya terlalu banyak melakukan kesalahan. Faisal sejatinya bermain apik sepanjang babak pertama, namun dia dan rekan-rekannya seolah kebingungan di babak kedua.
“Terlalu banyak turnover membuat kami down dan tak bisa bangkit lagi. Starter kami juga kurang bagus performanya. Saya akan lakukan tugas yang diberikan pelatih karena sangat ingin juara,” tegasnya
Perang strategi akan kembali dilakukan kedua pelatih di laga pamungkas nanti. “Kami akan lakukan evaluasi. Walau kami menang, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki,” kata Youbel.
Hal senada diungkap Ahang. “Kami akan pelajari dan perbaiki kesalahan. Mudah-mudahan game plan kami besok bisa berjalan lebih bagus,” ujarnya.
Dua pemain asing SM, Tyreek Jewell dan Carlos Smith, masing-masing mencetak 16 angka bagi timnya. Sedangkan pemain lokal SM pun terbilang menawan di pertandingan ini. Kevin Jonas Sitorus menyumbang 14 angka dan Juan Laurent Kokodiputra mencetak 13 angka. Tembakan tiga angka dari mereka berdua jadi faktor kebangkitan lain bagi SM di kuarter tiga dan empat.
Di kubu PJ, Kore White mencetak double-double dengan 16 angka dan 13 rebound. Martavious Irving menambah 12 angka dan Adhi Pratama menyumbang 11 angka. Daniel Wenas yang pada gim pertama bermain cemerlang hanya menyumbang empat angka.
