Pelita Jaya Rebut Gim Pertama, Tundukkan Satria Muda 63-57

Pertandingan pertama final Indonesian Basketball League (IBL) 2017 antara Pelita Jaya Jakarta melawan Satria Muda Pertamina Jakarta akhirnya digelar. Kamis (4/5/2017), Pelita Jaya tampil sebagai pemenang dari gim pertama ini dengan skor 63-57.
Pelita Jaya selaku tuan rumah menurunkan Ragil Pamungkas, Ponsianus Indrawan, Amin Prihantono, Kore White, dan M. Irving sebagai starter.
Satria Muda Jakarta datang dengan kombinasi pemain muda dan senior sebagai starter. Hardianus berduet dengan Tyrek Jewel ditopang oleh Ronaldo Sitepu, Carlos Smith dan Vamiga Michel.
Satria Muda langsung bermain menekan dengan melakukan full court defense. Tekanan yang dilakukan SM berbuah manis, Pelita Jaya terpaksa menggambil dua kali time out usai tertinggal 9-0 lewat aksi Hardianus dan Avan Seputra di awal kuarter pertama.
Pelita Jaya coba memperbaiki tempo permainan dengan memasukkan guard veteran, Faisal Ahmad, namun Satria Muda masih unggul dengan 20-13 di kuarter pertama.
Permainan Pelita Jaya di kuarter dua mulai membaik seiring permainan Irving yang memanas. Back to back two point dari Dwi Haryoko di detik akhir kuarter dua menipiskan jarak degan Satria Muda menjadi 33-35.
Secara keseluruhan, permainan kedua tim di babak pertama terbilang biasa-biasa saja. Kedua tim belum bisa memaksimalkan penembak jitu mereka, baik Pelita dan Satria Muda hanya mampu menghasilkan 27 persen 3PT Field-Goals. Satria Muda hanya mampu unggul pada field goal dengan 45 persen sedangkan Pelita Jaya 33 persen.
Memasuki kuarter tiga, tempo permainan semakin cepat. Pelita Jaya sempat membalikkan kedudukan di menit kelima, namun Vamiga Michel menjadi penyelamat Satria Muda dengan tembakan tiga angka dan penetrasinya membawa Satria Muda kembali unggul.
Dengan terus melancarkan full court defense, Satria Muda kembali unggul di kuarter tiga dengan 51-44.
Di awal kuarter empat, Pelita Jaya tampil lebih tenang dan berhasil membalikkan kedudukan menjadi 53-51 lewat aksi Daniel Wenas. Satria Muda coba menjawab lewat Tyrek Jewel dan Vamiga Michel, namun penyelesaian akhir yang kurang baik menjadi penghalang mereka untuk keluar dari tekanan.
Menurunnya performa Satria Muda di kuarter empat membuat mereka sering melakukan kesalahan sendiri. Bahkan beberapa kali foul yang dilakukan oleh pemain Satria Muda menjadi keuntungan Pelita Jaya karena mampu mengkonversinya menjadi poin lewat free throw.
Hingga akhir kuarter empat, Pelita Jaya mampu mempertahankan keunggulannya atas Satria Muda 63-57. Martavious Irving jadi penyelamat Pelita Jaya dengan 18 poin disusul Kore White dengan 17 poin. Daniel Wenas jadi pemain lokal paling mencolok di partai final pertama dengan sumbangan 8 poin.
Di kubu Satria Muda, Carlos Smith jadi penyumbang poin terbanyak dengan 15 poin disusul Vamiga Michel dengan 13 poin.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Pelita Jaya untuk menghadapi Satria Muda pada gim kedua di Britama Arena, Minggu (6/5). Untuk Satria Muda sendiri, penyelesaian akhir dan kesalahan sendiri menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi oleh coach Youbel Sondakh.
