Pembibitan Bulu Tangkis Malaysia: Asa Mencari 'The Next Lee Chong Wei

Pembinaan bulu tangkis di Malaysia terus bergulir. Deretan talenta muda terus digembleng demi melahirkan atlet papan atas. Target utamanya jelas: menemukan 'The Next Lee Chong Wei'.
Tantangan melahirkan pebulu tangkis andal di Negeri Jiran memang tak mudah. Kendati demikian, sinyal positif terlihat dari proses regenerasi atlet junior yang diklaim mulai berjalan sesuai trek.
Manajer Tim Bulu Tangkis Bukit Jalil Sports School (BJSS) Malaysia, Halim Bin Saad, membeberkan adanya perbedaan signifikan antara sistem pembinaan di Malaysia dan Indonesia. Hal itu mencakup keterbatasan populasi atlet hingga minimnya klub-klub besar.
"Di Malaysia, kami bergantung dengan Persatuan Bulu Tangkis Negeri. Sementara klub-klub bulu tangkis hanya ada di beberapa kota besar seperti Kuala Lumpur, Pulau Pinang, dan Johor," kata Halim kepada kumparan, Kamis (5/11).
Seiring berjalannya waktu, Halim menyebut upaya pembenahan terus digencarkan. Salah satunya lewat program strategis di bawah naungan Kementerian Pendidikan Malaysia.
"Kami mulai ada banyak program di bawah Kementerian Pendidikan. Kerja sama dengan perusahaan swasta juga membantu pembinaan bulu tangkis di Malaysia," terangnya.
Meski begitu, ia tak menampik laju pembibitan atlet di Indonesia jauh lebih masif ketimbang Malaysia. Saban tahun, Indonesia hampir pasti menelorkan bakat-bakat baru.
"Setiap dua atau tiga tahun ada pemain baru yang lahir dari hasil pembibitan bulu tangkis di Indonesia. Berbanding dengan Malaysia, kami masih mengharapkan bisa mencari The Next Lee Chong Wei yang saat ini masih belum tampak," ungkap Halim.
Menurutnya, sosok penerus sang legenda Lee Chong Wei belum juga muncul hingga saat ini. Ia menilai ada tantangan besar terkait komitmen bersama dalam mendorong kemajuan olahraga tepok bulu tersebut.
"Dari segi komitmen, Persatuan Badminton Malaysia agak kurang untuk membangun bulu tangkis di level pembinaan," tegasnya.
Saat ini, skuad Bukit Jalil Sports School tengah mengasah taji dalam kejuaraan MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Keikutsertaan di ajang ini dimanfaatkan untuk menjajal atmosfer kompetisi yang lebih sengit.
"Dari keikutsertaan di Superliga Junior ini, saya berharap para atlet dan pelatih mempelajari ilmu baru dan pengalaman baru di dalam pertandingan yang sangat kompetitif," pungkasnya.
