Pembuktian Raikkonen Setelah Puasa Kemenangan Selama 2.044 Hari

Kimi Raikkonen berhasil mengakhiri 'puasa' kemenangan di balapan Formula 1 (F1), yang sudah dijalaninya selama 2.044 hari dengan merengkuh podium puncak Grand Prix Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/10/2018) dini hari WIB.
Kemenangan di Circuit of the Americas (COTA), Austin, menjadi kemenangan pertama pebalap asal Finlandia ini sejak terakhir merasakannya pada 2013 di GP Australia saat berseragam Tim Lotus. Bagi Raikkonen, hasil ini menjadi pembuktian untuk orang-orang yang menganggap masanya sudah habis.
Raikkonen tidak lagi menjadi pebalap Ferrari di musim 2019 karena kontraknya tidak diperpanjang dan Charles Leclerc dipilih sebagai rekan anyar Sebastian Vettel. Raikkonen mengaku tak mempermasalahkan keputusan ini. Tapi dengan kemenangan di GP AS, ia ingin publik paham bahwa hasratnya untuk bersaing belum surut.
"Hasil ini tidak menjadi sesuatu yang besar buat saya. Kemenangan ini menjadi hasil yang terasa lebih berarti buat orang lain. Jika kemenangan itu akhirnya datang lagi, hal tersebut tidak akan mengubah hidup saya barang sedikit pun," kata Raikkonen dilansir Autosport.
"Saya senang karena kami di sini benar-benar mencoba untuk menang. Perbedaan terbesarnya adalah bagaimana orang lain melihat Anda. Jelas saya senang. Saya telah membuktikan kepada beberapa orang bahwa mereka salah," ujarnya menambahkan.
"Orang-orang tidak paham, saya sebenarnya sangat senang ke mana pun saya pergi. Saya melewati masa di Ferrari dengan meraih juara dunia dan memenangi banyak balapan. Bagi saya sebagai pebalap, saya ingin tantangan berbeda. Itu saja."
"Saya sama sekali tidak kecewa dengan keputusan itu (bergabung dengan Sauber). Satu-satunya yang saya minati adalah mengetahui apa yang akan terjadi. Saya sudah cukup lama di F1 untuk memahami bahwa sebenarnya tidak masalah perpanjang kontrak atau tidak. Setiap keputusan muncul karena alasan yang berbeda-beda," tegasnya.

Penampilan sosok berusia 39 tahun ini sudah impresif sejak lepas start. Memulai balapan dari posisi kedua, Raikkonen langsung menyalip Lewis Hamilton di tikungan pertama untuk memimpin. Selama 21 putaran, Raikkonen tak bisa disingkirkan dari posisi pertama.
Hamilton memang sempat mengambil alih pimpinan balapan di lap 22. Tetapi, momentum Raikkonen untuk menyalip ke baris terdepan datang di lap 38 saat Hamilton masuk pit stop. Setelahnya, Raikkonen terus memacu mobilnya hingga akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang.
Keberhasilan Raikkonen naik ke podium puncak membatalkan pesta juara Hamilton di GP AS. Di sini, Hamilton finis sebagai pebalap tercepat ketiga. Kegagalan Hamilton menyegel gelar juara juga disebabkan Vettel yang finis di posisi empat sehingga selisih mereka di klasemen menjadi 70 poin. Raihan poin ini bisa saja disalip karena kompetisi masih menyisakan tiga seri.
"Start saya sangat bagus, kemudian kecepatan saya juga semakin baik. Pada akhir-akhir balapan, ban saya tidak berada dalam kondisi bagus. Tapi, Verstappen juga mengalami masalah sama. Beruntung, kecepatan saya memungkinkan untuk terus ada di depan. Kunci kemenangan ini adalah menjaga ketahanan ban," tutup Raikkonen.
