Pemegang Rekor Dunia Marathon, Kelvin Kiptum, Meninggal karena Kecelakaan

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelvin Kiptum dari Kenya merayakannya setelah mencetak rekor dunia baru 2:00:35 di Chicago Marathon 2023.  Foto: Jamie Sabau-USA TODAY Sports via reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kelvin Kiptum dari Kenya merayakannya setelah mencetak rekor dunia baru 2:00:35 di Chicago Marathon 2023. Foto: Jamie Sabau-USA TODAY Sports via reuters

Pemegang rekor dunia lari marathon putra, Kelvin Kiptum, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di negara asalnya, Kenya. Atlet 24 tahun itu meninggal bersama pelatihnya, Gervais Hakizimana asal Rwanda, dalam sebuah mobil di sisi barat Kenya pada Minggu (11/2).

Menurut kepolisian, sebagaimana dilansir BBC, kecelakaan di jalan raya itu terjadi sekitar pukul 23:00 waktu setempat. Polisi mengatakan, Kiptum-lah yang menyetir mobil itu. Lalu, ia kehilangan kendali dan mobil jadi terguling, sehingga ia dan pelatihnya tewas.

Seorang juru bicara yang dikutip AFP menambahkan bahwa ada penumpang ketiga di mobil itu, yang merupakan perempuan. Ia terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kelvin Kiptum dari Kenya berpose setelah konferensi pers menjelang London Marathon. Foto: Reuters/Andrew Boyers

Kelvin Kiptum berjaya selama 2023. Pada Oktober, ia memenangi Chicago Marathon dengan catatan waktu 2 jam 35 detik saat menempuh jarak 42 km. Raihan ini menjadi rekor dunia teranyar sekaligus mengungguli pencapaian yang pernah diraih rekan senegara yang juga seniornya, Eliud Kipchoge.

Kipchoge dan Kiptum masuk dalam tim marathon sementara Kenya untuk Olimpiade 2024 Paris. Namun nahas, kecelakaan merenggut nyawa Kiptum.

Padahal minggu lalu, timnya mengumumkan bahwa Kiptum akan mencoba berlari dengan catatan waktu kurang dari dua jam di Rotterdam Marathon. Itu adalah suatu prestasi yang belum pernah dicapai siapa pun dalam kompetisi terbuka.

Namun kini, Kiptum telah tiada. Sejumlah tokoh penting di negaranya dan dari dunia atletik turut merasa kehilangan.

"Sangat menyedihkan!! Kenya telah kehilangan permata istimewa. Kehilangan kata-kata," kata Menteri Olahraga Kenya, Ababu Namwamba, dalam unggahan media sosial.

"Atlet luar biasa yang meninggalkan warisan luar biasa, kami akan sangat merindukannya," ucap Presiden Atletik Dunia, Sebastian Coe.