Penggunaan Halo di Mobil Formula 1 Tuai Pro dan Kontra

Mulai musim 2018 mendatang, akan ada sebuah perubahan signifikan pada mobil Formula 1. Federation Internationale de l'Automobile (FIA) selaku badan yang membawahi olahraga otomotif telah memutuskan bahwa tahun depan, mobil F1 wajib dilengkapi Halo.
Halo adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk melindungi kepala pebalap dari benturan dengan benda-benda yang melayang. Bentuknya menyerupai karet pada sandal jepit dan menurut FIA bisa menahan beban seberat 15 mobil F1.
Keputusan FIA ini sebenarnya sudah digodok sejak lama. Berbagai riset selama bertahun-tahun pun sudah dilakukan dan akhirnya, Halo inilah yang muncul sebagai opsi terbaik. Selain karena kuat, ia tidak mencederai identitas F1 sebagai balap mobil dengan kokpit terbuka.
Awalnya, penggunaan Halo ini dikhawatirkan bakal merusak estetika mobil F1 itu sendiri. Ferrari, misalnya, sudah sempat mencoba pelindung transparan pada Grand Prix Inggris lalu. Namun, ide ini akhirnya tidak dipakai karena Sebastian Vettel mengeluh bahwa pelindung transparan itu jsutru membuat kepalanya pusing.
Vettel sendiri menyambut baik kebijakan penggunaan Halo ini. Seperti dilansir BBC, pebalap Jerman itu mengatakan bahwa F1 bakal bersikap bodoh dan abai jika tidak menggunakan perangkat ini. Adapun, mantan pebalap Red Bull ini adalah salah satu petinggi di Grand Prix Drivers' Association, sebuah badan yang sudah lama mengampanyekan penggunaan pelindung kepala tambahan.
Pada tahun lalu, misalnya, lewat Jenson Button, Alexander Wurz, dan Vettel sendiri, GPDA telah mengirim surat kepada FIA yang isinya menyebut bahwa para pebalap yang tergabung di sana sudah setuju akan penggunaan Halo.
Alexander Wurz sendiri paham betul bahaya benturan benda melayang yang bisa menimpa pebalap F1. Pada GP Australia 2007, mobil Wurz pernah melayang persis di atas mobil David Coulthard. Beruntung, tidak ada benturan yang terjadi antara kepala Coulthard dengan mobil Wurz.
"Saya mengerti kenapa orang berkata itu (Halo --red) tidak selayaknya berada di mobil F1, tetapi zaman sudah berubah," tegas Vettel.
"Seandainya sistem dan perlindungan ini Anda tawarkan kepada Justin Wilson, dia pasti bakal menerimanya," imbuh pria 30 tahun ini.
Justin Wilson yang dimaksud Vettel adalah pebalap IndyCar yang tewas setelah kepalanya terkena puing yang beterbangan di Pocono pada 2015.
Selain Vettel, Button, dan Wurz, pebalap senior lain yang mendukung penggunaan Halo adalah Fernando Alonso. Menurut pebalap Spanyol tersebut, Halo dapat mencegah berbagai kecelakaan fatal yang terjadi di olahraga balap dalam 15 tahun terakhir.
"Saya tidak peduli dengan estetika. F1 sudah banyak berubah, bahkan sejak saya pertama kali membalap pada 2001. Mobil F1 sudah benar-benar berbeda. 40-50 tahun lalu bahkan tidak ada sabuk pengaman di mobil," tandas Alonso.
"Bagi saya, ini adalah satu-satunya cara," tutup juara dunia dua kali itu.

Meski begitu, tidak semua pebalap menyambut baik penggunaah Halo ini. Nico Hulkenberg, misalnya. Menurut pebalap Jerman ini, selain perkara estetika, insiden yang melibatkan benda melayang sangatlah langka.
"Selain itu," kata Hulkenberg. "Pengait yang menghubungkan setir dengan roda sudah semakin bagus dan kans untuk ada roda yang melayang semakin kecil saja."
Selain Hulkenberg, pebalap lain yang tidak menyambut baik keberadaan Halo adalah Max Verstappen. "Saya tidak paham kenapa kami membutuhkan ini," ujarnya singkat.
Hmm, bagaimana? Apakah Anda setuju dengan penggunaan pelindung kepala tambahan ini?
