Bola & Sports
·
24 Maret 2021 16:22

Percasi Beberkan Tingkat Akurasi Dewa Kipas saat Kalah dari Irene Kharisma

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Percasi Beberkan Tingkat Akurasi Dewa Kipas saat Kalah dari Irene Kharisma (185134)
searchPerbesar
Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa Kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
GothamChess menyindir tingkat akurasi permainan Dewa Kipas yang begitu rendah saat bertanding catur melawan WGM Irene Kharisma pada Senin (22/3). Padahal, jika diingat, akurasi si pemilik nama Dadang Subur begitu 'subur' di Chess.com.
ADVERTISEMENT
Heri Darmanto selaku ahli teknologi informasi PB Percasi mengungkap datanya. Dia mencatat performa Dewa Kipas di Chess.com nyaris selalu stabil dengan akurasi pergerakan kebanyakan mencapai di atas 90 persen setelah tanggal 22 Februari 2021.
Kemudian, GothamChess menyebut akurasi Dewa Kipas saat kontra Irene tak sampai 40 persen. Perihal kebenarannya, Heri pun mengamini akurasi permainan pria asal Bandung itu amat rendah.
"Akurasinya rendah. Akurasi itu dihitung dengan benar-salah langkahnya. Kalau enggak pernah salah, itu 100 persen atau 99 persen," terang Heri kepada kumparan, Rabu (24/3).
Percasi Beberkan Tingkat Akurasi Dewa Kipas saat Kalah dari Irene Kharisma (185135)
searchPerbesar
WGM Irene Kharisma dalam duel catur melawan Dewa Kipas. Foto: Youtube/ Deddy Corbuzier
Heri kemudian membeberkan data akurasi Dewa Kipas. Dan benar saja, Dadang Subur benar-benar terpuruk di dua babak pertama.
"Gim pertama 33,8 persen, gim kedua 27,7 persen, sementara gim ketiga 90-95 persen. Lupa saya tepatnya, dan ini merupakan persentase dari kesalahan Pak Dadang. Setiap langkah dihitung, apakah salah atau tidak," jelas Heri.
ADVERTISEMENT
"Kalau di Chess.com setelah 22 Februari-2 Maret, akurasi permainan Pak Dadang di atas 90 persen. Itu selama banyak sekali gimnya. Hampir semua di atas 90 dan rata-rata di 93,4 persen kalau enggak salah di Chess.com," lanjutnya.
Walau begitu, Heri menyebut Dewa Kipas bukanlah seorang yang asal main catur, melainkan bisa mengerti teori permainan. Hanya, levelnya baru amatir, belum selevel dengan para pecatur profesional.
***