Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia: Jepang Ungguli Indonesia 1-0

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gregoria Tunjung gagal mengantar Tim Putri Indonesia unggul 1-0 atas Jepang di perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020, Jumat (14/2). Gregoria kalah dari tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, 9-21 dan 15-21 di Court 1 Rizal Stadium.

Gregoria babak belur di gim pertama. Agresivitas Yamaguchi yang dikawinkan dengan pertahanan kokoh membuat torehan poin Gregoria tersendat. Ketertinggalan Gregoria tidak bicara ketertinggalan tipis, tetapi ketertinggalan sampai 6-18 usai jeda interval.

Meski demikian, bukan berarti Gregoria tidak menemukan cara untuk mengambil angka. Poin ketujuh bahkan didapatnya dengan cara yang asyik. Yamaguchi mengambil keputusan keliru dengan melepas bola tanggung ke arah Gregoria.

Gregoria Mariska Tunjung. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pd.

Tunggal putri Indonesia itu menyambar shuttlecock dengan sergapan tepat ke tubuh Yamaguchi. Serangan tersebut tidak dapat ditangkal. Pun dengan poin kedelapan Gregoria.

Sayangnya, Gregoria tidak bisa lagi menambah angka di gim pertama. Yamaguchi melangkah ke gim kedua dengan kemenangan 21-9.

Gregoria mengawali gim kedua dengan lebih gereget. Ia cenderung lebih berani menyerang dengan melepas sergapan-sergapan dari depan net.

Upayanya itu cukup menjanjikan. Gregoria sempat memimpin 3-1 sebelum Yamaguchi berbalik unggul 5-4. Meski demikian, Gregoria masih bisa menempel ketat, mulai dari 5-5 sampai 8-8.

Poin kedelapan tersebut diraih Gregoria dengan perhitungan matang. Gregoria menarik duel ke pukulan tanggung dan melepas pukulan dari back line ke sepertiga depan net.

Yamaguchi yang ada di tengah berusaha mengejar dan mengangkat shuttlecock. Namun, upayanya gagal karena shuttlecock hanya menabrak net.

Cara serupa digunakan Gregoria untuk mengubah skor jadi 9-8. Kali ini, pengembalian Yamaguchi benar-benar meleset tipis dari net.

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Perlawanan Gregoria mulai menunjukkan hasil menjanjikan. Ia memasuki interval baru sambil memanggul keunggulan 11-10.

Gregoria tidak tampil semenggebu-gebu Yamaguchi. Ia cenderung lebih jeli menempatkan shuttlecock. Misalnya, saat ia meraih keunggulan 12-11. Gregoria menyambar pengembalian tanggung dengan pukulan menyilang yang diarahkan ke sisi berseberangan Yamaguchi.

Persoalan Gregoria belum selesai. Yamaguchi merebut kembali keunggulan dengan menutup reli di kedudukan 13-13 dengan smash yang membuat Gregoria terjungkal.

Gregoria sulit dimatikan di gim ini. Yamaguchi boleh unggul 14-13, tetapi ia langsung menyamakan kedudukan 14-14 bahkan memimpin 15-14.

Sampai momen ini, Gregoria mengandalkan penempatan shuttlecock yang tricky, sedangkan Yamaguchi bertumpu pada agresivitas serangan. Dua model permainan itu membuat duel berlangsung alot, skor ketat sejak awal sampai kedudukan imbang 15-15.

Akan tetapi, Yamaguchi berhasil merebut kembali kendali laga. Tanpa ampun, ia merengkuh enam angka beruntun dan menyegel match point 15-20. Poin ke-20 itu juga akibat kesalahan Gregoria yang membuat shuttlecock out. Tak sampai di situ, kemenangan 21-15 berhasil diamankan, membuat Jepang unggul 1-0 atas Indonesia.