Perjuangan ke Audisi PB Djarum: Motoran Berjam-jam, Sempat Terdampak Erupsi

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (8/9/2026) untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (8/9/2026) untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Suka duka mengantar buah hati mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 dialami para orang tua. Banyak rintangan yang harus dilalui untuk sekadar singgah ke Kabupaten Kudus mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

Audisi Umum PB Djarum 2026 digelar mulai Selasa (8/9) sampai Minggu (13/9) di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Ajang ini diperuntukkan bagi kategori usia U-11, KU-11 dan KU-12.

Heru Susilo bersama istri dan kedua putranya datang dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Perjalanan dimulai pada Senin (7/9) subuh, lalu tiba di Kabupaten Kudus sore harinya. Heru, istrinya, bersama kedua anaknya mengendarai sepeda motor. Bahkan, ia mengajak anaknya yang masih berusia 15 bulan.

Perjalanan menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan putranya, Hafiz Adinata Eka Susilo (12) mengikuti Audisi Umum PB Djarum bukanlah pertama kalinya. Heru, istrinya dan Hafiz pada 2024 silam juga melakukan hal sama untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus.

"Kami mengantarkan anak untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 ini. Dia memang ingin masuk ke PB Djarum," katanya kepada kumparan, Selasa (8/9).

Heru Susilo bersama istri dan kedua putranya datang dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur untuk mengantarkan putranya, Hafiz Adinata Eka Susilo mengikuti Audisi Umum PB Djarum di GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Keseriusan putranya menjadi atlet dibuktikan dengan mengikuti klub bulu tangkis di daerah Tulungagung. Di situ, putranya berlatih serius. Ajang Audisi Umum PB Djarum tahun ini menjadi pembuktian terakhirnya.

"Pada Audisi Umum PB Djarum 2024 belum bisa lolos ke tahap karantina. Semoga di tahun 2026 ini rezekinya," terangnya.

Sebagai orang tua, keinginannya agar putranya masuk ke klub bulu tangkis PB Djarum selalu ada. Alasannya, PB Djarum memiliki pembinaan yang bagus. Deretan atlet asal PB Djarum yang berprestasi juga menjadi acuannya.

"Fasilitas latihan yang disediakan di PB Djarum juga bagus. Sebagai orang tua pastinya mendukung apa yang diinginkan anak," jelasnya.

Kendaraan sepeda motor dipilihnya karena lebih hemat biaya. Tas berisi raket milik putranya ia taruh di bagian depan. Ia mengaku tak kesulitan sepanjang perjalanan.

"Kalau capek ya berhenti kemudian istirahat. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi, kalau naik motor lebih santai. Kami sudah terbiasa perjalanan jauh," ujarnya.

Usia putranya yang sudah 12 tahun menjadikan ajang Audisi Umum PB Djarum 2026 ini sebagai "The Last Dance". Tentu Heru berharap kesempatan kedua untuk putranya dapat berbuah manis kali ini.

"Harapannya bisa menjadi yang terbaik dan bisa terus meningkat levelnya," imbuhnya.

Perjuangan mengantarkan putranya untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum juga dilakukan pasangan suami istri asal Provinsi Lampung, Rino Arnold dan Mira Agustina. Keduanya mengantarkan putranya, Reynard Favio Junora (11) untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Berangkat Minggu malam naik bus dari Lampung. Kemudian sampai di Kudus Senin kemarin. Hari ini registrasi ulang Audisi Umum PB Djarum," katanya, Selasa (8/9).

Perjalanannya sempat molor ketika bus yang dinaikinya sempat tertahan tiga jam saat berada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung kala hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten. Diduga akibat adanya erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Sempat molor tiga jam saat menyeberangi Bakauheni ke Lampung. Memang tidak ada informasi resmi soal alasan molornya. Kemungkinan karena erupsi Gunung Anak Krakatau dan ombak besar," terangnya.

Sebagai orang tua, Rino selalu memberikan dukungan untuk putranya. Baginya, mendukung anaknya meraih mimpi merupakan hal utama.

"Motivasi saya itu mendorong keinginan anak untuk support apa pun tantangannya. Alhamdulillah bisa sampai di sini," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula