kumparan
9 Okt 2019 20:20 WIB

Pesan Liem Swie King bagi Anthony: Berlatihlah Lebih Keras dari Momota

Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengembalikan kok pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Dari 13 pertemuan dengan Kento Momota, Anthony Sinisuka Ginting sudah 10 kali kalah dari tunggal putra asal Jepang itu. Kekalahan teraktual diderita saat mentas di final China Terbuka 2019.
ADVERTISEMENT
Anthony menyerah dalam duel tiga gim berdurasi 1 jam 30 menit. Meski merebut gim pertama dengan keunggulan 21-19, Anthony kalah 17-21 di gim kedua dan takluk 19-21 di gim pemungkas.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Liem Swie King, tidak bisa menutup mata akan kualitas Momota. Baginya, Momota adalah pemain komplet.
Liem Swie King saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Foto: Aditia Rizki/kumparan
Oleh karenanya, Liem menyebut bahwa Anthony harus berlatih lebih keras dari Momota. Selain menambah porsi dan durasi latihan, Anthony juga harus bisa belajar dari setiap pertemuan dengan sang juara dunia 2019.
"Dia [Momota] pemain yang termasuk komplet, makanya Anthony harus latihan lebih keras lagi, harusnya, ya. Kalau teknik, semuanya pasti tahu karena sering ketemu. Pelatihnya pun melihat dengan seksama mestinya tahu harus bagaimana," kata Liem saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
ADVERTISEMENT
"Kalau jangkauannya tinggi dan pukulannya bagus, ya, harus dikasih bola agak tinggi dan melambung agar senjatanya tidak keluar. Itu 'kan pelatih mestinya juga tahu," tambahnya.
"Atlet harus berlatih lebih keras dan di dalam pertandingan harus belajar. Sebetulnya di pertandingan dan latihan itu dia belajar. Kalau kalah kenapa, kalau menang kenapa. Jangan hanya asal berlatih dan bertanding," jelasnya.
Pemilik tiga gelar juara All England ini menilai Anthony punya bakat mumpuni untuk menjadi jawara. Namun demikian, Momota kerap menjadi momok buat Anthony khususnya di sepanjang 2019.
Tercatat lima kali Momota berhasil menghentikan langkah Anthony pada turnamen BWF tahun ini, termasuk China Terbuka 2019.
"Kalau dilihat dari segi prestasi, sebenarnya bahan untuk menjadi juara itu ada. Tinggal saya rasa, kurang keras saja latihannya. Harus di atas rata-rata, jangan ikut saja pemain lain. Harus di atas pemain lain," jelas Liem.
ADVERTISEMENT
"Soal bakat ada, dia juga sudah pernah juara. Saya rasa tinggal sedikit saja lebih keras lagi saat latihan. Porsinya, yang utama bisa dilihat, porsinya harus lebih dari yang lain. Dia bisa menambah jam di luar latihan [rutin]," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan