Pesenam RI, Naufal Takdir, Meninggal di Rusia usai Dirawat 12 Hari karena Cedera

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesenam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesenam. Foto: Shutterstock

Pesenam Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, meninggal dunia di Penza, Rusia, pada Kamis (25/9) WIB. Hal ini dilaporkan oleh Federasi Gimnastik Indonesia pada Jumat (26/9) pagi WIB. Dikatakan bahwa atlet berusia 19 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit G.A. Zakharyin.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Atlet nasional putra kita Naufal berpulang ke Rahmatullah. Naufal merupakan atlet muda berbakat, dan sosok yang baik. Gimnastik Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa," kata Ketua Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, di akun Instagram resmi federasi.

"Ini merupakan pukulan dan duka yang mendalam untuk kami. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan Naufal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tandasnya.

Beberapa media Rusia juga memberitakan soal pesenam Indonesia yang meninggal akibat kecelakaan. Mereka menyebut bahwa ada atlet Indonesia yang meninggal akibat mengalami cedera leher parah saat berlatih. Ini berdasarkan keterangan Direktur Istana Olahraga Burtasy di Penza, Oleg Minkarsky.

Naufal Takdir Al Bari, pesenam Indonesia. Foto: Instagram @gymnastics.indonesia

"Beberapa hari yang lalu, ia mengalami cedera leher parah saat melakukan latihan palang horizontal. Ia terjatuh dengan posisi yang tidak nyaman ke dalam lubang berisi busa," kata Minkarsky kepada TASS.

Wakil Presiden Federasi Senam Rusia (RGF), Vasily Titov, mengatakan bahwa organisasi tersebut telah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

"Sayangnya, atlet tersebut tidak siap untuk melakukan elemen yang begitu rumit," ujarnya dikutip dari Lenta.ru.

Naufal merupakan salah satu pesenam bertalenta dan kepergiannya menjadi pukulan bagi dunia olahraga, khususnya Federasi Gimnastik Indonesia. Ia dipersiapkan tampil di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, SEA Games 2025 Bangkok, dan diproyeksikan dapat lolos Olimpiade 2028 Los Angeles.