kumparan

Prancis Terbuka: Grigor Dimitrov Tinggalkan Tenis untuk Sementara

Grigor Dimitrov
Petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov. (Foto: Reuters/Benoit Tissier)
Tersingkir itu menyakitkan. Kalau tak percaya, tanyakan saja kepada Grigor Dimitrov.
ADVERTISEMENT
Memasuki turnamen Prancis Terbuka 2018 sebagai petenis unggulan empat, Dimitrov harus angkat koper lebih cepat. Pada pertandingan babak ketiga menghadapi Fernando Verdasco, Jumat (1/6/2018), Dimitrov kalah tiga set langsung 6-7 (4-7), 2-6, dan 4-6.
Bagi Dimitrov, kegagalan di babak ketiga ini memang begitu menyebalkan. Pasalnya, petenis asal Bulgaria ini sama sekali belum pernah melaju lebih jauh dari babak ini di Roland Garros. Pada 2013 dan 2017 lalu dirinya juga terhenti di babak ketiga.
Kekalahan dari Verdasco itu lantas disikapi Dimitrov dengan pernyataan mengejutkan. Selepas laga, petenis yang dijuluki Baby Federer karena persamaan gaya bermain dengan Roger Federer ini mengumumkan bahwa dirinya bakal meninggalkan tenis untuk sementara.
"Aku benar-benar butuh waktu jauh dari tenis untuk menganalisis performaku di lapangan tanah liat, kalau boleh jujur," ucap Dimitrov seperti dikutip dari news.com.au.
ADVERTISEMENT
"Kupikir, itulah prioritasku sekarang, untuk meninggalkan tenis, menyaksikan banyak pertandingan, dan mengembangkan pemainan. Intinya, aku ingin jadi petenis yang lebih baik."
"Caranya bagaimana? Well, nanti juga ketemu. Aku tidak mau terlalu negatif saat ini. Aku tahu bahwa situasinya sangat sulit setelah pertandingan tadi, tetapi beginilah adanya," lanjut petenis 27 tahun ini.
Dimitrov mengawali musim 2018 dengan mencapai semifinal Brisbane Terbuka yang merupakan ajang pemanasan jelang Australia Terbuka. Di Australia Terbuka, dia tersingkir di perempat final usai dibekuk Rafael Nadal.
Setelahnya, Dimitrov sempat mencapai final World Tennis Tournament di Rotterdam, tetapi harus mengakui keunggulan Federer. Sayangnya, setelah itu performa Dimitrov memang terus menurun. Pada dua turnamen jelang Prancis Terbuka, Madrid Masters dan Roma Masters, Dimitrov selalu tersingkir pada babak kedua.
ADVERTISEMENT
Secara umum, Dimitrov sebenarnya punya catatan cukup apik di Australia Terbuka dan Wimbledon di mana dirinya masing-masing pernah sekali menjadi semifinalis pada dua turnamen tersebut. Sementara, di Amerika Serikat Terbuka catatan terbaiknya adalah menembus babak keempat. Yang menjadi masalah besar bagi pria berpostur 190 cm ini memang lapangan tanah liat, khususnya Prancis Terbuka.
"Aku ingin bisa bermain lebih baik di lapangan tanah liat. Di pertandingan-pertandingan terakhirku, entah itu di Madrid, Roma, maupun Paris, aku tersingkir karena kesalahanku sendiri," tutur Dimitrov.
"Setiap tahun, aku sebenarnya bisa tampil lumayan di lapangan tanah liat, tetapi tidak pernah cukup bagus untuk mencapai hasil yang lebih baik. Sekarang, aku harus mulai menatap masa depan. Di tenis, semua bisa terjadi bahkan dalam kurun waktu sepekan. Itu sudah terbukti di masa lalu," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, memang baru Dimitrov-lah petenis unggulan atas yang tersingkir. Alexander Zverev (unggulan kedua) dan Dominic Thiem (7) telah berhasil melewati babak ketiga. Sementara, Nadal (1), Marin Cilic (3), Juan Martin del Potro (5), dan Kevin Anderson (6) baru akan berlaga pada Sabtu (2/6).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan