kumparan
20 Oktober 2019 19:11

Praveen/Melati Juara Denmark Open 2019

 Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, POTRAIT
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, berusaha mengembalikkan kok ke arah lawan mereka. Foto: Dok. PBSI
Denmark Open 2019 menjadi panggung gemerlap untuk Praveen Jordan/Melati Daeva. Mereka tak kandas di awal-awal, bahkan sampai berlaga di partai pemungkas pada Minggu (20/10/2019).
ADVERTISEMENT
Pencapaian tak berhenti sampai gelar runner up. Praveen/Melati merengkuh gelar perdana pada 2019 usai menundukkan ganda China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, 21-18, 18-21, 21-19.
Situasi horor sudah muncul di awal gim pertama yang berlangsung di Court 1 Odense Sportspark itu. Bagaimana tidak? Lyu/Ping sampai unggul 10-6.
Namun, laga baru dimulai. Praveen/Melati belum menyerah. Mereka sanggup merengkuh empat angka beruntun yang membuat kedudukan jadi imbang 10-10.
Tertinggal 10-11 di interval tidak membuat Praveen/Melati mati langkah. Meski lawan tak menurunkan tekanan, keduanya berhasil merengkuh keunggulan tipis 16-15.
Salah besar jika mengira semuanya langsung berjalan mulus buat Praveen/Melati. Lawan bisa balik unggul 17-16. Kabar baiknya, Lyu/Ping juga tidak kebal eror. Dalam reli sengit, Lyu justru melakukan kesalahan dengan membenturkan shuttlecock ke net. Kesalahan itu membuat Praveen/Melati kembali unggul 18-17.
ADVERTISEMENT
Bench dan suporter Indonesia tambah riuh begitu lawan gagal menyeberangkan shuttlecock ke bidang permainan Praveen/Melati. Game point 20-18. Satu angka lagi untuk menutup gim pertama dengan kemenangan.
Praveen/Melati
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani. Foto: Dok. PBSI
Yang menyenangkan, Praveen/Melati berhasil menuntaskan gim pertama dengan kemenangan 21-18. Penyebabnya, apa lagi kalau bukan eror Lyu?
Bila diperhatikan, lawan cenderung membuat kesalahan saat menerima bola dari sisi kanan. Area ini yang sering ditempati Lyu ini tampak seperti celah yang dieksploitasi oleh Praveen/Melati.
Gim kedua langsung ditandai dengan duel sengit. Ini tampak dari kedudukan ketat, mulai dari 1-1 hingga 5-5. Praveen/Melati punya kans besar untuk kembali unggul dalam kedudukan itu. Toh, mereka agresif dalam reli cepat.
Sayangnya, pengembalian jauh Praveen menjadi bumerang. Ia kehilangan kendali sehingga shuttlecock terlempar keluar lapangan.
ADVERTISEMENT
Lyu/Ping menggebrak. Serangan-serangan mereka tidak cuma agresif, tetapi juga efektif. Rangkaian smash Praveen/Melati mereka jawab dengan serangan balik yang mematikan. Berbekal permainan demikan, Lyu/Ping unggul 11-7 di interval.
Kalau di gim pertama Praveen/Melati berhasil mengejar ketertinggalan empat poin, kenapa tidak dengan gim kedua?
Jumping smash Praveen yang diarahkan ke tengah lapangan memang bisa diterima oleh Lyu. Namun, ia kehilangan kendali sehingga serangan balasannya dinyatakan out. Dari sini, Praveen/Melati mengejar 10-12.
Praveen/Melati
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Foto: Dok. PBSI
Melati juga membuktikan bahwa ia bisa terlibat banyak dalam permainan. Salah satunya muncul ketika ia melepaskan sergapan dari depan net yang mematikan langkah lawan. Manuver itu membuat Praveen/Melati mampu memangkas jarak menjadi 11-12.
Apa yang terjadi saat Lyu/Ping memimpin 14-12 membuktikan bahwa menjadi agresif tidak menjadi satu-satunya cara merengkuh angka. Praveen/Melati melakoni duel dengan tenang dan tidak menggebu-gebu seperti laga depan net biasanya.
ADVERTISEMENT
Ternyata hasilnya efektif. Pengembalian pelan Praveen via backhand menipu lawan. Alhasil shuttlecock tidak dapat dikembalikan dengan sempurna.
Tertinggal 17-19, Praveen/Melati tak mau melempar handuk. Reli sengit muncul dalam kedudukan ini. Kecenderungannya, kedua pasangan melepaskan rangkaian pukulan menyilang.
Melati merespons perlawanan Lyu/Ping dengan cerdik. Dari depan net, Melati melesakkan pukulan menyilang dalam kecepatan tanggung ke sudut kanan.
Penempatan shuttlecock-nya cukup tricky karena dekat dengan garis tepi. Namun, pertaruhan Melati tak berujung buntung. Serangan itu membuat Praveen/Melati mendekat 18-19.
Sayangnya, laga mesti berlanjut ke gim ketiga. Lyu/Ping menutup gim kedua dengan kemenangan 21-18.
Korea Terbuka
Ganda campuran Indonesia, Praveen/Melati. Foto: dok. PBSI
Praveen/Melati langsung tancap gas di gim ketiga. Keunggulan 3-0 menjadi penanda. Sayangnya, pengembalian Praveen setelahnya kelewat tanggung sehingga menjadi santapan empuk lawan. Dari sini, Lyu/Ping menggeser skor jadi 1-3.
ADVERTISEMENT
Melati melepaskan manuver cerdik saat mereka memimpin 4-1. Ketika itu, Ping melepaskan pukulan menyilang yang disambar oleh Melati. Pengembaliannya inilah yang cerdik. Melati langsung mengarahkan shuttlecock ke Lyu yang ada di belakang. Tak menyangka dengan serangan ini, Praveen/Melati menjauh 5-1.
Pengembalian servis Praveen saat unggul 5-2 juga mengasyikkan. Servis itu dibalasnya dengan pukulan ke kanan lapangan. Ketika itu. Lyu/Ping mengambil posisi berbaris sehingga area yang disasar lolos dari pengawalan.
Praveen membuktikan bahwa smashnya patut diwaspadai. Skenario itu membawa mereka pada keunggulan 8-3. Keunggulan 9-3 juga diamankan. Kali ini, overhead Ping tak akurat sehingga shuttlecock menabrak net.
Keunggulan 11-4 menjadi cara Praveen/Melati menandai interval gim ketiga. Sejauh ini, smash Praveen menjadi senjata ampuh dan sergapan Melati menjadi alternatif merengkuh angka. Hingga keunggulan 11-4 tadi, sudah empat kali smash Praveen langsung membuahkan angka.
ADVERTISEMENT
Lawan langsung merengkuh tiga poin beruntun usai interval. Satu karena kesalahan servis Praveen, satu karena eror Melati, dan satu lagi karena Melati kehilangan kontrol saat berusaha menerima smash keras Lyu.
Akhirnya torehan poin Lyu/Ping terputus. Pengembalian Lyu kelewat jauh sehingga kedudukan bergerak jadi 7-12 untuk Praveen/Melati. Yang terjadi setelahnya membuktikan sergapan Melati dari depan net tidak mampu diamankan lawan. Dari sini, Praveen/Melati, memimpin 14-7.
Kondisi horor muncul lagi. Lawan berhasil mengubah kedudukan jadi 12-14. Rangkaian kesalahan menjadi hantu yang membayang-bayangi. Itu belum ditambah dengan bola-bola pojok yang sangat tricky. Skenario itulah yang membikin Lyu/Ping mendekat jadi 13-14.
Tak berhenti sampai di situ. Kesalahan dalam adu drive membuat Praveen/Melati jadi tertinggal 14-15 dan berlanjut 14-16.
ADVERTISEMENT
Ping membuktikan bahwa ia bukan pebulu tangkis sembarang. Meski terjatuh, ia berhasil mengembalikan smash Praveen. Sialnya, dalam formasi tak lengkap itu, justru Lyu/Ping yang unggul 14-18.
Dua angka beruntun direngkuh Praveen/Melati. Rangkaian tekanan depan net membuat mereka menggeser skor jadi 16-18. Polanya selalu diawali dengan smash Praveen.
Melati kedapatan tugas untuk mencecar lawan dari depan net. Taktik ini berjalan mulus, diikuti dengan pengembalian Praveen yang mengubah kedudukan jadi 17-18.
Pengembalian tanggung Praveen lantas disambar dengan smash oleh Ping. Itu membuat mereka menjadi jadi 19-17. Namun, Praveen/Melati berhasil menyamakan kedudukan jadi 19-19. Yang pertama akibat penempatan cerdik Melati. Kedua akibat pengembalian Praveen.
Match point 20-19 menjadi Praveen/Melati. Duel ini tidak menjadi antiklimaks. Jumping smash Praveen yang membuat Lyu kehilangan kontrol membuat shuttlecock terlempar ke luar lapangan. Itu berarti, yang dibawa pulang Praveen/Melati tak cuma kemenangan 21-19 di gim ketiga, tetapi juga gelar juara.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan