Profil David Koswara, Juara Tinju Nasional yang KO dari Prajurit Paspampres

Juara tinju Indonesia, David Koswara, menelan kekalahan saat berduel dengan Pratu Alam Saputra, seorang anggota Polisi Militer dari dari Batalyon Pengawal Protokol Kenegaraan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Duel David vs Pratu Alam terjadi dalam perebutan gelar juara Tinju Nasional Championships KTPI 2021 yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada Selasa (6/4).
Pertarungan di kelas berat tersebut berjalan sengit. Pada ronde kedua, David keok dari lawannya yang peringkat 8 kelas berat nasional itu usai menerima pukulan di rusuk kanan.
Lantas, siapa David Koswara dan bagaimana kiprahnya di ring tinju?
David Koswara merupakan salah satu atlet tinju senior Tanah Air. Petinju kelahiran Purwokerto 20 Desember 1976 ini memulai karier profesionalnya pada 1998 silam, kala berusia 22 tahun.
Malang melintang di ring tinju, David adalah mantan juara di empat kelas berbeda. Hal itu membuat dirinya menjadi altet tinju Indonesia pertama yang pernah menorehkan prestasi tersebut.
Pada usia 23 tahun, David berhasil menyandang gelar juara di level internasional, yaitu juara kelas ringan Pan Asian Boxing Association (PABA) usai menang TKO di ronde 9 atas petinju Filipna, Al Coquilla, 6 Februari 1999 silam.
Dua tahun kemudian, David naik ke kelas welter dan kembali merebut gelar juara kelas welter PABA dengan kemenangan KO di ronde kelima dari petinju Filipna, Fernando Sagrado, pada 23 Maret 2021.
Namun, gelar keduanya tersebut tak berhasil dipertahankan cukup lama. Tiga bulan setelahnya, David merelakan sabuk kelas welternya ke tangan petinju Uzbekistan, Farkhad Bakirov.
Masih di tahun yang sama, David kemudian naik kelas lagi ke super welter. Lagi-lagi, ia berhasil menambah koleksi gelar juaranya usai menang angka atas Harmen Ajadato, pada 8 September.
Dua tahun selanjutnya, David kembali naik kelas dan berhasil mendapat gelar juara kembali. Pada 22 Februari 2003 silam, ia merengkuh gelar juara kelas menengah Komisi Tinju Indonesia (KTI) usai memukul KO Thomson Tasli.
Pada awal tahun 2014, David memulai debutnya di kelas berat. Akan tetapi, ia kalah KO di ronde pertama dari petinju China, Junglong Zhang. Kariernya di kelas ini juga kurang mengesankan.
Satu-satunya kemenangan di kelas berat yang berhasil ia catatkan adalah saat melawan petinju asal Selandia Baru, Kapisi Lelei, pada 19 September 2015 silam. David menang angka.
Menurut catatan Boxrec.com, David sudah menjalani 30 duel tinju selama karier profesionalnya. Petinju 44 tahun itu memiliki catatan 12 kemenangan, 16 kalah, dan 2 imbang.
Duel dengan Pratu Alam adalah yang pertama kali bagi David usai memutuskan pensiun pada 2019. Ia terakhir kali mentas di ring tinju pada 3 Agustus di tahun yang sama.
Ketika itu, melawan petinju Kamboja, Eric Pen, David juga menelan kekalahan KO. Ia harus menyerah saat laga baru memasuki ronde pertama.
****
