Profil Eng Hian: Pelatih Greysia/Apriyani yang Pernah Sumbang Medali untuk RI
ยทwaktu baca 2 menit

Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil mencengangkan di Olimpiade 2020. Ujungnya, ganda putri Indonesia itu berhasil merebut emas usai mengalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15 pada partai di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8).
Keberhasilan Greysia/Apriyani tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, yakni Eng Hian. Berkat Eng Hian juga, Greysia memutuskan untuk tidak pensiun usai Olimpiade 2016 dan berpasangan dengan Apriyani.
Lalu, siapa sebenarnya Eng Hian?
Eng Hian merupakan pria kelahiran Solo, 17 Mei 1977. Semasa bermain, pria yang akrab disapa Didi itu menjadi andalan Indonesia di sektor ganda putra.
Ia pertama kali berpasangan dengan Hermono Yuwoni di tahun 1997. Prestasinya pun tak terlalu baik, cuma runner up Hong Kong Open di tahun tersebut.
Setahun kemudian, Eng Hian berganti pasangan. Kali ini adalah Flandy Limpele yang menjadi pasangannya. Bersama Limpele, karier Eng Hian mulai menanjak.
Korea Open 1999 menjadi gelar perdananya bersama Limpele. Setelah itu, Eng Hian/Flandy Limpele juga berhasil meraih juara di Denmark Open dan Malaysia Open 2000.
Prestasi membanggakan Eng Hian/Flandy Limpele tentu saja medali perunggu Olimpiade 2004. Saat itu, mereka mengalahkan wakil Denmark, Jens Eriksen/Martin Lundgaard dua gim langsung dengan skor 15-13 dan 15-7.
Usai pensiun, jasa Eng Hian kembali dibutuhkan oleh PBSI. Tepatnya pada 2014, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih ganda putri.
Ujian pertamanya itu, Eng Hian berhasil membawa Greysia/Nitya Krishinda mendapat medali emas Asian Games di Incheon. Karier Eng Hian naik. Ia ditunjuk sebagai pelatih kepala ganda putri di tahun 2016.
Eng Hian juga menjadi orang yang meyakinkan Greysia untuk tidak pensiun usai Olimpiade 2016. Ia masih yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak asuhnya itu.
"Di tahun 2017, saya berada di pelatnas dan rekan saya Nitya Maheswari mengalami cedera dan harus melakukan operasi bahu. Tetapi, pelatih mengatakan tunggu sebentar, bantu pemain muda untuk bersinar. Saat itu, Apriyani datang dan kami memenangi Korea Open dan Thailand Open," ucap Greysia dilansir situs resmi BWF.
Sekali lagi, Eng Hian menunjukkan tangan dinginnya. Ia membawa Greysia/Apriyani mencetak sejarah sebagai ganda putri yang pertama mempersembahkan emas untuk Indonesia.
