Profil Hary Susanto, Pebulu Tangkis Indonesia yang Raih Emas Paralimpiade 2020

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda campuran Indonesia Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila merayakan medali emas usai menang di partai final Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Yoyogi, Tokyo, Jepang. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ganda campuran Indonesia Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila merayakan medali emas usai menang di partai final Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Yoyogi, Tokyo, Jepang. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hary Susanto/Leani Ratri Oktila, berhasil merebut medali emas Paralimpiade 2020 dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis kategori SL3-SU5 pada Minggu (5/9) siang WIB.

Bertanding di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Jepang, Hary/Leani mampu menumbangkan wakil Prancis Lucas Mazur/Faustine Noel dalam dua gim sekaligus dengan skor 23-21 dan 21-17.

Kemenangan Hary/Leani itu sekaligus membuat kontingen Indonesia mengantongi medali emas kedua di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Lantas, siapa sebenarnya sosok seorang Hary Susanto?

Hary Susanto merayakan medali emas usai menang di partai final Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Yoyogi, Tokyo, Jepang. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Hary Susanto adalah atlet bulu tangkis kelahiran 25 Januari 1975. Meski sudah berusia kepala empat, atlet asal Majalengka itu masih sanggup menorehkan prestasi gemilang bagi Indonesia.

Tak hanya turun dalam nomor ganda campuran, Hary juga tercatat pernah bermain dalam nomor tunggal putra dan ganda putra. Ia pun bisa meraih prestasi dari kedua nomor tersebut.

Mengutip situs resmi Paralympics, Hary terlibat dalam kecelakaan sepeda motor pada 1997 lalu. Hal itu yang kemudian membuatnya menderita cedera pinggul dan paha pada kaki kanannya.

Sementara itu, Hary Susanto tercatat bergabung ke tim pelatihan nasional para-bulu tangkis pada 2006 lalu. Sejak saat itu, namanya semakin dikenal beriringan dengan berbagai prestasi yang diraihnya.

Pada 2010 lalu, Hary Susanto menjadi perwakilan Indonesia dalam gelaran Asian Para Games yang digelar di China. Ia turun pada dua nomor, yaitu tunggal dan ganda putra. Dalam nomor tunggal putra, Hary menyabet perak usai takluk dari wakil Hongkong, Yu Kwong Kwah.

Sementara pada nomor ganda putra, Hary Susanto yang berpasangan dengan Trihono sanggup menyabet emas setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei, Chiang Chong-hou/Lin Cheng-che.

Atlet Bulutangkis Leani Ratri Oktila (kiri) dan Hary Susanto (kanan) di ajang Asian Para Games 2018, Sabtu (13/10/2018). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Khusus untuk ajang Asian Para Games, Hary sanggup mengoleksi 4 medali emas dan 1 perak sejak edisi 2010 di Guangzhou, China. Rinciannya, dua emas ganda campuran (Asian Para Games 2010 dan 2014), satu emas ganda campuran (2018), satu emas tim putra (2018), dan satu perak (2010).

Selain berprestasi pada ajang Asian Para Games, Hary Susanto juga meraih banyak medali di ajang ASEAN Para Games (6 emas dan 1 perunggu) dan Kejuaraan Dunia Para Bulu Tangkis. Untuk ajang yang disebut terakhir, ia tercatat telah memenangkan 3 medali emas dan 1 perak.

Emas pertamanya di Kejuaran Dunia didapat pada edisi Ulsan, Korea Selatan yang digelar pada 2017. Hary sanggup memenangkan medali emas dalam nomor ganda putra ketika berpasangan dengan Ukun Rukaendi dan nomor ganda campuran bersama Leani Ratri Oktila.

Kini, bersama Leani Ratri Oktila, ia kembali mengukir sejarah usai mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan memenangkan medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020 dalam kategori SL3-SU5.