Profil Hendra Tandjaya, Pelaku Match Fixing yang Dilaporkan Whistleblower

9 Januari 2021 9:56
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Bulu Tangkis. Foto: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bulu Tangkis. Foto: freepik.com
ADVERTISEMENT
Nama Indonesia tercoreng di dunia bulu tangkis internasional. Sebanyak 8 pebulu tangkis Indonesia tersangkut kasus match fixing.
ADVERTISEMENT
Salah seorang atlet bernama Hendra Tandjaya diketahui sebagai otak dari seluruh praktik match fixing pebulu tangkis RI ini. Skandal ini bisa terungkap usai seorang whistleblower (WB) bertemu secara langsung dengannya.
WB membuat laporan kepada BWF bahwa dia diajak oleh Hendra dalam tiga kali kesempatan. Hendra kemudian mengakui bahwa dia memang terlibat dan merupakan otak di balik match fixing.
Namun, siapa sebenarnya Hendra Tandjaya? Simak profil tentangnya di stori ini.

Profil Hendra Tandjaya: otak match fixing pebulu tangkis RI

Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Getty Images
Hendra Tandjaya sejatinya juga pernah berkarier sebagai atlet bulu tangkis. Pria kelahiran 20 Juli 1998 ini adalah spesialis ganda; putra dan campuran.
Merujuk pada situs web resmi BWF, Hendra menjalani kariernya sepanjang 2014-2017. Turnamen mancanegara pertamanya adalah Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014.
ADVERTISEMENT
Kala itu, Hendra bermain ganda putra dengan Rizal Ramdani. Pasangan itu tercatat hanya bermain sekali karena dikalahkan pasangan Giovani Dicky Oktavan/Gea Kamahamas 11-21, 10-21.
Sepanjang kariernya di ganda putra dan campuran, tak kurang Hendra berpasangan dengan 17 pemain berbeda. Tiga di antaranya adalah pebulu tangkis yang tersangkut match fixing: Androw Yunanto, Fadila Afni, Sekartaji Putri.
Ilustrasi uang simpanan. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang simpanan. Foto: Getty Images
Pada dasarnya, Hendra memang bukan atlet berprestasi. Ia tercatat cuma pernah menang empat kali dari 21 laga ganda putra dan hanya menang tiga kali dari 19 laga ganda campuran.
Rankingnya pun tidak memukau. Paling bagus, ia merengkuh ranking 219 di ganda putra bersama Androw per 2 November 2017. Untuk di ganda campuran, ia paling tinggi mencapai urutan 128 dunia bersama Sekartaji (per 10 Agustus dan 7 September 2017).
ADVERTISEMENT
Hendra tercatat pernah menghadapi dua pebulu tangkis Malaysia yang kini dikenal sebagai atlet top. Pertama adalah Ong Yew Sin yang sekarang menempati urutan 15 dunia nomor ganda putra.
Pada kualifikasi Malaysia Open 2016, Hendra menghadapinya di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Rofahadah Supriadi Putri, ia dikalahkan Ong dan Peck Yen Wei 3-21, 7-21.
Chan Peng Soon yang kini berpasangan dengan Goh Liu Ying. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chan Peng Soon yang kini berpasangan dengan Goh Liu Ying. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
Kedua adalah Chan Peng Soon yang kini menempati urutan tujuh dunia di ganda campuran. Ia dan Sekartaji ditekuk Chan dan Cheah Yee See di 16 besar Australian Open 10-21, 5-21.
Turnamen internasional terakhir seorang Hendra Tandjaya adalah New Zealand Open 2017. Ia dan Sekartaji disingkirkan pasangan Taiwan, Lu Chia Hung/Cheng Yu Chieh (8-21 dan 12-21), di babak 32 besar.
ADVERTISEMENT
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020