Profil IM Anjas Novita, Pelatih Catur Nasional yang Ingin Uji Dewa Kipas

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih dan atlet catur nasional, IM Anjas Novita. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih dan atlet catur nasional, IM Anjas Novita. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita

Sosok Dewa Kipas menyita perhatian pelatih catur nasional di Kemenpora, IM Anjas Novita. Terlebih lagi, Anjas tertarik menguji kemampuan pemilik nama asli Dadang Subur itu lewat duel catur langsung.

Keinginannya itu utamanya untuk merespons kritik Deddy Corbuzier terhadap Kemenpora. Tantangan ini juga sekaligus untuk mengetahui apakah Dewa Kipas memang benar memiliki bakat potensial terpendam atau tidak.

Tawaran duel yang diajukannya adalah Catur Cepat 10 menit, 4 babak. Bahkan, Anjas mengajak Deddy untuk menjadi mediator duelnya dengan Dewa Kipas.

Lantas, siapa sebenarnya IM Anjas Novita?

Profil IM Anjas Novita, pelatih catur nasional berprestasi

Pelatih dan atlet catur nasional, IM Anjas Novita. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita

Anjas Novita lahir di Indramayu, 14 November 1979. Catur sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.

Tidak sekadar bermain, Anjas bahkan sudah berkompetisi sejak usia belasan tahun. Bukti dirinya memang berbakat di dunia catur adalah raihan sejumlah prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang beberapa kali diikutinya.

Pada 1990, Anjas menjadi juara 3 Kejurnas catur di Banjarmasin, Kalsel, untuk kelompok usia 12 tahun ke bawah. Setelahnya, ia menjadi juara 1 untuk turnamen Kejurnas 1991, 1993, 1994, 1995, 1998, dan 2000.

Norma Internasional Master atau IM yang kini melekat di depan namanya didapatnya pada 2004 di Dubai Open. Pada tahun yang sama, Anjas juga meraih medali perunggu kategori catur beregu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 di Palembang, Sumatera Selatan. Setahun berselang, ia meraih gelar FIDE Master.

IM Anjas Novita bersama tim Olimpiade catur Indonesia di Turin, Italia 2006, ada GM Utut Adianto yang masih aktif bermain. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita

IM Anjas Novita juga pernah mewakili Indonesia di turnamen internasional. Pada 2006, ia masuk skuad tim Olimpiade Catur Indonesia di Turin, Italia.

Setelahnya, Anjas masih eksis di kompetisi catur nasional. Prestasinya pada PON 2008 di Tarakan, Kalimantan Timur, memicu titik baru dalam perjalanan kariernya.

Dua medali emas dan satu perak digamit Anjas pada PON 2008. Prestasi inilah yang kemudian membuatnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenpora pada 2008.

"Waktu itu saya [diangkat jadi ASN karena mendapat] medali emas PON Tarakan Kaltim 2008," kata Anjas kepada kumparan, Selasa (16/3).

IM Anjas Novita ketika melawan GM Alexandra Kosteniuk di catur cepat Biel, Swiss 2011. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita

IM Anjas Novita mengatakan Kemenpora sebetulnya sudah mulai melakukan kebijakan mengangkat atlet dan pelatih untuk menjadi ASN sejak era Menpora Adhyaksa Dault. Namun memang, ada syarat prestasi yang harus dipenuhi.

Anjas menjelaskan, prestasi di kancah nasional telah menjadi syarat wajib untuk pertimbangan atlet atau pelatih diangkat menjadi ASN. Itu pun harus prestasi di level senior dan PON bisa jadi salah satunya.

"Pada waktu saya masuk tahun 2010, minimal prestasi juara 1 Kejurnas cabor atau kejuaraan resmi yang diadakan oleh masing-masing federasi internasional, misal juara Asia maupun juara dunia kategori senior," terangnya.

Pertimbangan lainnya adalah turnamen catur multilevel. Untuk itu, Anjas menyebutkan, minimal adalah medali emas PON, emas SEA Games, perak Asian Games, dan perunggu Olimpiade.

IM Anjas Novita (paling kiri) bersama timnas catur putra Indonesia di olimpiade catur Khanty-Mansiysk, Rusia 2010. Foto: dok pribadi IM Anjas Novita

Anjas Novita masih eksis bertanding catur sejak pengangkatannya menjadi ASN. Dia beberapa kali mengukir prestasi di kancah nasional (termasuk PON) dan mewakili Indonesia di internasional (termasuk SEA Games hingga Olimpiade Catur di Khanty-Mansyiysk, Rusia).

Soal karier kepelatihan, Anjas pernah melatih Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Gadjah Mada. Grandmaster (GM) Susanto Megaranto dan GM Novendra Priasmoro juga pernah merasakan dilatih olehnya.

Saat ini, Anjas sedang aktif melatih catur di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA). Anjas sendiri belum pensiun sebagai pemain. Ia mengaku akan menjadi anggota tim catur Jawa Barat untuk PON Papua 2021 mendatang.

***

embed from external kumparan