Profil Li Fabin, Lifter China yang Kalahkan Eko Yuli & Pecahkan Rekor Olimpiade

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Li Fabin asal China di angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: REUTERS / Edgard Garrido
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Li Fabin asal China di angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: REUTERS / Edgard Garrido

Eko Yuli harus mengakui keunggulan Li Fabin pada pertandingan cabang olahraga angkat besi nomor 61 kg putra Olimpiade 2020 di Tokyo International Forum, Jepang, pada Minggu (25/7). Lifter China itu meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.

Li menempati urutan teratas angkatan snatch dengan beban 141 kg, sedangkan Eko berada di posisi kedua dengan beban angkatan 137 kg. Atlet China itu unggul selisih 4 kg dari si lifter Indonesia.

Li lalu memecahkan rekor Olimpiade saat angkatan clean and jerk. Juara Dunia Angkat Besi 2019 ini mampu mengangkat beban seberat 172 kg. Ia hampir membuat pencapaian 178 kg di percobaan ketiga, tetapi gagal melakukannya. Total angkat 313 kg-nya juga menjadi rekor Olimpiade.

Pada stori ini, kami menyajikan profil Li Fabin. Silakan disimak.

Profil Li Fabin, Lifter China yang Kalahkan Eko Yuli & Pecahkan Rekor Olimpiade

Aksi Li Fabin asal China di angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: REUTERS / Edgard Garrido

Menurut pemaparan situs web resmi Olimpiade, Li Fabin lahir di Nan'an, Quanzhou, Fujian, China, pada 15 Januari 1993. Ia sekarang menetap di Beijing.

Li menapaki kariernya sebagai atlet angkat besi sambil mengenyam pendidikan di Fujian Normal University. Ia juga tergabung dengan klub Fujian Province.

Menurut FJsen.com yang juga dikutip situs web resmi Olimpiade, Li memulai kiprahnya di cabang olahraga angkat besi pada 2003 di Nan'an. Adapun, alasannya menjadi atlet angkat besi adalah terdorong oleh guru pendidikan jasmaninya, Wang Dexing.

Li mulai menunjukkan tajinya pada Kejuaraan Dunia Junior di Penang, Malaysia, pada 2011. Kala itu, ia menjadi juara nomor 56 kg putra.

Aksi Li Fabin asal China di angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: REUTERS / Edgard Garrido

Li Fabin terus mengasah kemampuannya. Ia lalu menjadi juara nomor 56 kg putra National Games of China 2017.

Kiprahnya semakin eksis di level Asia. Tercatat, Li telah melakoni lima kali Kejuaraan Asia Angkat Besi: Pyeongtaek 2012 (emas nomor 56 kg), Tashkent 2016 (perunggu nomor 56 kg), Ashgabat 2018 (perak nomor 56 kg), Ningbo 2019 (emas nomor 61 kg), Tashkent 2020 (emas nomor 61 kg).

Li juga menunjukkan kebolehannya di level mancanegara. Ia meraih medali perak nomor 61 kg dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Ashgabat, Turkmenistan, pada 2018. Ia kalah dari Eko Yuli Irawan kala itu.

Tahun berikutnya, Li menggamit medali emas dalam Kejuaraan Dunia di Pattaya, Thailand. Ia masih turun di nomor 61 kg putra.

Aksi Li Fabin asal China di angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: REUTERS / Edgard Garrido

Kini, pada Olimpiade 2020, Li Fabin sukses mengalahkan Eko Yuli. Ia pun memecahkan rekor.

Meski demikian, kariernya di cabang olahraga angkat besi tak selalu mulus. Pada 2016, ia pernah mengalami cedera pada bahu dan pinggangnya. Ia pun sempat menderita cedera siku pada Kejuaraan Nasional 2012 di Liuzhou, China.

Teranyar, Li mengalami cedera di bagian pinggang saat Kejuaraan Dunia 2019 di Fuzhou, China. Namun, dia berhasil bangkit dari itu semua.

***

embed from external kumparan