Profil Miguel Oliveira: Pebalap Portugal Pengukir Sejarah di MotoGP

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap MotoGP, Miguel Oliveira. Foto: Joe Klamar / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap MotoGP, Miguel Oliveira. Foto: Joe Klamar / AFP

MotoGP musim ini sudah memasuki balapan kelimanya di GP Styria pada Minggu (23/8). Seri yang menjadi bagian dari doubleheader di Red Bull Ring tersebut kembali memunculkan hasil yang tidak terduga.

Kali ini, Miguel Oliveira berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas MotoGP. Pebalap tim Red Bull KTM Tech 3 tersebut berhasil finis lebih cepat dari kedua lawannya, Jack Miller asal tim Pramac Ducati dan Pol Espargaro asal tim Red Bull KTM Factory Racing, di saat-saat terakhir balapan.

Kemenangan tersebut menjadikan Oliveira sebagai pebalap asal Portugal pertama yang meraih kemenangan di kelas MotoGP. Selain itu, kemenangan tersebut juga jadi kemenangan pertama untuk tim Tech 3 pada kelas MotoGP dalam dua dekade partisipasi mereka.

embed from external kumparan

Lantas, siapa sebenarnya sosok Miguel Oliveira?

Nama lengkapnya adalah Miguel Ângelo Falcão de Oliveira. Ia lahir di Almada, yang terletak di dekat ibu kota Portugal, Lisbon pada 4 Januari 1995.

Kecintaannya pada dunia balap dimulai dari sang ayah, Paulo Oliveira. Paulo mula-mula memberikan Miguel kecil quad bike ketika usia Miguel 4 tahun.

Wajar ketika Miguel ingin menjadi seperti sang ayah. Ketika usianya enam tahun, ia mau menjadi pebalap motocross meski dilarang karena berbahaya.

instagram embed

Ia akhirnya mencoba turun di gokart. Meski begitu, ia mengakui bahwa tak terlalu kompetitif dan hampir selalu finis di peringkat paling belakang.

Oleh karena itu, ketika usianya sembilan tahun, ia ikut turnamen Mini GP di Portugal dengan finis peringkat keempat. Lalu, pada 2006, ia jadi pebalap penuh waktu di Spanyol dan performanya mendapatkan perhatian banyak orang.

Pada 2011, Oliveira yang saat itu berusia 16 tahun memulai debutnya di kelas Moto3. Orang tuanya tahu kalau hal itu akan jadi besar baginya.

“Orang tua saya tak pernah takut soal hal itu. Saya juga diberi tahu agar bertanggung jawab dan menghormati semua orang di atas trek,” ujar Oliveira, seperti dikutip dari UP Magazine.

Bagi kedua orang tua dari Oliveira, olahraga balap motor memang berbahaya. Meski begitu, lingkungan balap motor sangatlah terkontrol dan fasilitasnya sudah sangat maju.

Pebalap MotoGP, Miguel Oliveira. Foto: Lisi Niesner/Reuters

Hal itu terbukti dengan prestasi Oliveira sebagai pebalap grand prix. Ia berhasil meraih peringkat kedua klasemen akhir musim 2015 di Moto3, serta peringkat ketiga (2017) dan kedua (2018) di kelas Moto2, semuanya bersama KTM.

Terlepas dari pencapaian tersebut, Oliveira sendiri rupanya juga punya cita-cita di luar trek. Dilansir Motorcycle Sports, Oliveira bercita-cita menjadi dokter gigi.

“Saya punya tujuan untuk menyelesaikan studi saya dan membuka klinik dokter gigi. Meski waktunya tak banyak, namun pelan-pelan saya akan melakukannya," ujar Oliveira.

“Prioritas saya sekarang adalah balap motor, tapi untuk melakukan tiga jam bersepeda atau di gymnasium dan lalu mual, saya punya tanggung jawab lain. Di dalam hidup seorang pilot, apabila anda terorganisasi, maka akan ada waktu untuk semua hal,” katanya.

Seperti yang ia bilang sebelumnya, prioritas utamanya adalah balap motor. Musim ini, Red Bull KTM Tech 3 menduetkannya dengan Iker Lecuona.

instagram embed

Meski begitu, pada musim depan ia akan ditarik ke tim Red Bull KTM. Dengan keputusan tersebut, maka pemilik nomor 88 tersebut akan kembali berduet dengan rekannya di kelas Moto2 bersama Red Bull KTM Ajo, Brad Binder.

Well, patut ditunggu kiprah Miguel Oliveira sebagai pelopor para pebalap yang mengharumkan nama Portugal di dunia MotoGP.

Penulis: FM Aditomo