Pusarla Sindhu Kandaskan Asa Gregoria Melangkah ke Perempat Final

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi pebulu tangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, di Asian Games 2018. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi pebulu tangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, di Asian Games 2018. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Gregoria Mariska Tunjung gagal melangkah ke perempat final. Melawan Pusarla Venkata Sindhu di babak 16 besar bulu tangkis perorangan Asian Games 2018 pada Sabtu (25/8/2018), Gregoria menuai kekalahan Dengan skor 12-21, 15-21.

Dua poin menjadi milik Pusarla dengan cuma-cuma akibat kesalahan pengembalian service. Lantas, dua tambahan poin didapat oleh pebulu tangkis peringkat tiga dunia itu karena kesalahan penempatan shuttlecock. Dalam dua menit, Pusarla sudah unggul 7-0 atas Gregoria.

Hanya karena lawannya sudah unggul jauh, bukan berarti Gregoria menyerah begitu saja. Lima angka bebrturut-turut didapatnya dan menggeser skor menjadi 8-5.

Setelah tambahan angka ini, Gregoria mulai bisa masuk dalam permainan. Pebulu tangkis berusia 19 tahun ini bahkan berhasil memenangi laga reli panjang yang digagas oleh Pusarla saat kedudukan 10-7. Sayangnya, keunggulan interval gim pertama tetap menjadi Pusarla yang ditandai dengan skor 11-8.

Selepas interval, agresivitas Gregoria mulai kelihatan. Menghadapi tempo permainan Gregoria yang mulai meningkat, Pusarla meladeninya dengan permainan cepat yang mengandalkan smes-smes menyilang. Kepiawaiannya Gregoria dalam melakoni reli panjang terlihat lagi saat kedudukan 14-9. Satu dropshot menyilang yang diarahkan ke kiri lawan berhasil mengubah skor menjadi 14-10.

Pusarla juga enggan menurunkan tekanannya. Permainan cepat dengan smes-smes menukik menjadi tajuk utama pertandingan selepas interval. Dengan cepat, Pusarla mengamankan keunggulan 17-11. Lantas, langkah Gregoria di gim pertama ditutup dengan kekalahan 12-21.

Dua poin pertama Pusarla diikuti dengan dua poin bagi Gregoria. Dua angka tambahan yang membuat skor menjadi 2-2 ini didapat Gregoria akibat kesalahan penempatan shuttlecock oleh Pusarla.

Serupa gim pertama, Gregoria tampak kepayahan di awal gim kedua. Footwork yang dinamis yang kerap muncul di laga sebelumnya cukup jarang terlihat di pertandingan ini.

Kegigihan Gregoria kembali membuahkan hasil sewaktu melakoni reli panjang di kedudukan 6-2. Tampil sangat defensif, Gregoria pada akhirnya menutup reli dengan kemenangan karena lagi-lagi shuttlecock yang dikirimkan Pusarla jatuh di luar arena.

Kehilangan satu poin dari satu reli panjang belum cukup hebat untuk mematahkan kualitas Pusarla. Dengan cepat, keunggulan 11-4 berhasil direbut oleh pebulu tangkis asal India ini.

Seiring dengan bertambah ramainya dukungan suporter, penampilan Gregoria membaik. Saat lawannya hanya berhasil menambah satu angka, Gregoria berhasil merebut enam angka berturut-turut. Seketika, Gregoria memperkecil ketertinggalan menjadi 10-12.

Setelahnya, permainan Gregoria mulai berani. Bila awalnya hanya bermain defensif, kali ini Gregoria mulai berani melesakkan permainan ofensif. Dengan cepat, ia berhasil mengubah kedudukan menjadi 14-16. Tiga dari empat poin sejak kedudukan 10-12 tadi bahkan direbut Gregoria dalam permainan net.

Sadar permainan lawannya mulai membaik, Pusarla berusaha merebut kembali kendali pertandingan dengan variasi pukulan menyilang yang menyulitkan pergerakan Gregoria, yang pada akhirnya ditutup dengan satu dropshot yang tak dapat dibaca oleh lawannya itu. Upaya ini tak berakhir sia-sia karena pada akhirnya Pusarla sanggup mengamankan kemenangan 21-15.