Raja Sapta Oktohari: Kenapa Kalian Semua Gak Mau Urus Olahraga?

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Presiden National Olympic Committee (NOC) RI, Raja Sapta Oktohari, menyebut, Indonesia minim seorang sosok dan tokoh yang berani mengurus sektor olahraga secara umum. Menurutnya, hal ini karena olahraga merupakan suatu lini yang begitu kompleks.

Okto membandingkan dengan sektor politik, di mana orang dengan berbagai latar belakang berlomba-lomba untuk mendapatkan jatah jabatan dalam bidang tersebut. Dirinya menilai, pengurusan sektor olahraga sepi peminat karena terdapat target di dalamnya yang harus dicapai dan menjadi sebuah tolak ukur bagi pemerannya.

Terjun ke pengurusan olahraga didasari Okto yang memiliki sifat penyuka tantangan. Latar belakang Okto yang gemar berolahraga turut menjadi alasan dirinya berani untuk mengambil jabatan sebagai Presiden NOC.

"Karena dikit. Iya kan? Karena dikit coba kalau yang pilih politik. Selama beberapa bulan terakhir ini, di mana-mana kita lihat tampilannya semua orang politik kan. Ada yang, ada yang apa, background-nya selebriti, politisi, profesional, ya macam-macam apa, pensiunan gitu, Banyak. Tapi kalau di olahraga, sedikit. Makanya saya selalu nantang siapa yang berani untuk ngurus olahraga." kata Okto saat wawancara eksklusif bersama Kumparan.

Thailand vs indonesia di Kualifikasi Piala Asia FIBA. Foto: FIBA

"Jadi selama diurus (olahraga), apa yang didapat. Berapa banyak medali, berapa banyak gelar. Ini yang sebetulnya yang challenging karena kebetulan saya background-nya suka olahraga, apalagi olahraga-olahraga yang sifatnya tantangan," tambahnya.

Saat ditanya apakah masuk ke pengurusan olahraga hanya menjadi batu loncatan dirinya, Okto tegas menjawab bahwa ia tidak memiliki kepentingan pribadi lain. Okto miliki tekad kuat untuk membenahi olahraga Indonesia agar dapat mendulang banyak prestasi di kancah internasional.

"Oh enggak, enggak ada. Enggak ada, kalau itu enggak ada. Olahraga itu adalah sebuah kepuasan prestasi, itu adalah sebuah kepuasan dan di situ saya banyak belajar, artinya kepuasan itu gak selamanya harus didapat dari barang-barang yang mewah," paparnya.