Resahnya Giovinco yang Tak Kunjung Dipanggil Gli Azzurri

Sejak pindah ke Toronto FC, Sebastian Giovinco berubah menjadi manusia yang benar-benar baru.
Jauh sebelumnya, sejak masih di akademi Juventus, Giovinco digadang-gadang bakal menjadi pewaris Alessandro Del Piero. Harian sepak bola ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, bahkan menyebutnya sebagai pewaris takhta Del Piero di Juventus.
Namun, semua ucapan tersebut terlalu tinggi untuk dikejar Giovinco. Sejak Juventus kembali ke Serie A, perbandingan Giovinco lebih sering dimainkan dengan menghabiskan pertandingan di bangku cadangan adalah satu banding empat.
Giovinco pun lebih memilih berdamai dengan cara bermimpi serendah-rendahnya. Didapatlah puja-puji itu ketika ia mencetak total 15 gol dari 36 pertandingan Serie A bersama Parma pada musim 2011/12.
Pada akhirnya, pencapaian itu tak cukup memuaskan. Ia memutuskan hijrah ke Toronto FC, kesebelasan Kanada yang berlaga di MLS. Di sana, ia mendapatkan semuanya, dari uang hingga jaminan bermain setiap pekan.
Kesempatan yang hadir untuknya tak ia sia-siakan. Musim 2015—musim perdananya di MLS—ia mencetak total 22 gol. Musim kedua, ia tutup dengan 17 gol. Musim ketiga, ia akhiri dengan memuaskan: membuat total 20 gol dan memberikan Toronto FC tiga gelar yakni MLS, Supporters Shield, dan Canadian Championship.
Semua itu tak lantas membuat Giovinco gembira. Dari sekian banyak hal istimewa, masih ada hal menyesakkan yang nyata. Tak adanya pemanggilan dari Tim Nasional (Timnas) Italia membuatnya muram ketika jeda internasional berlaga.
Jeda internasional yang jatuh pada pekan ini jadi contohnya. Dari sekian pemain yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Italia untuk menghadapi Swedia, Sabtu (11/11/2017) dini hari WIB, nama Giovinco tak ada di situ.
Untuk diketahui, Giovinco terakhir kali memperkuat Italia pada 2015 lalu. Kala itu, ia dipanggil untuk memperkuat Italia dalam laga menghadapi Norwegia di Roma, pada uji tanding jelang Piala Dunia 2016.
Tak adanya nama Giovinco dalam daftar tersebut membuat semua orang bertanya kepada pelatih Italia, Gian Piero Ventura. Ya, bahkan agen Giovinco, Andrea D’Amico, tak tahu alasan mengapa kliennya tak kunjung dipanggil meski konsisten bermain apik.
“Dia tak tahu apa yang harus dilakukan (untuk dipanggil Timnas Italia). Anda harus bertanya kepada pelatih (Ventura). Semua pemain Italia berharap untuk dipanggil, karena itu adalah sebuah kehormatan. Namun, pada akhirnya, semua tergantung pada Ventura,” kata D’Amico kepada TMW, seperti dilansir Football Italia.
