Riau Ega Agatha Latihan Memanah 250 Kali Sehari

Bisa bayangkan memanah ratusan kali setiap harinya? Well, itulah rutinitas yang dilakukan Riau Ega Agatha Salsabila, pemanah andalan Tanah Air, di pemusatan latihan (pelatnas) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Berkat latihan ekstra, keuletan, serta kemampuan mumpuni, lahirlah Ega yang tercatat menyabet emas di SEA Games Malaysia tahun lalu lewat penampilannya di nomor recurve ganda campuran bersama Diananda Chourinnisa.
Kini, menjelang Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang, Riau Ega pun terus mengasah kemampuan dengan selusin anak panah yang selalu dipakainya saat berlatih.
"Sehari bisa 250 kali manah, pagi sampai sore kalau santai. Kalau benar-benar harus manah ratusan kali (dalam jangka waktu singkat), saya pindah ke jarak pendek," ujar Riau Ega kepada wartawan saat ditemui di Lapangan Panahan GBK.
"Jadi, memanahnya saya banyakin. Satu jam dua ratus kali bisa tercapai, jarak pendeknya ke target itu 5 meter," katanya mengimbuhkan.
Lantas, apakah porsi latihan itu cukup baginya demi menyongsong emas di Asian Games ke-18 nanti? Karena berlatih setiap hari, pemanah asal Blitar ini pun menjawab ratusan kali memanah sudah cukup sebagai porsi latihan. Pasalnya, lanjut Ega, terlalu banyak memanah justru bisa merusak fisiknya.
"Memanah banyak itu hasilnya ada dua kemungkinan: kami (pemanah) yang rusak atau alatnya yang rusak. Jadi, ada saat kami program memanahnya sedikit, ada kalanya banyak. Kalau untuk saat ini, sih, lagi masuk fokus (latihan) nomor pertandingan," katanya.

Ega sendiri baru saja mengikuti Kejuaraan Panahan Asia di Bangkok, Thailand, 3-9 Maret lalu. Hasilnya, ia meraih medali perak bersama Diananda usai mengalahkan Prancis dan Malaysia, yang mendatangkan tim utama, serta para pemain lapis dua Taiwan.
Setelah ini, pemanah berusia 26 tahun itu mengatakan akan kembali melakoni try out ke Shanghai, China, 23-29 April mendatang. Dengan berbagai uji coba yang telah dan akan dilakukannya, Ega pun berharap bisa menyumbangkan hasil terbaik di Asian Games 2018.
"Saya, sih, banyak laga malah senang, tapi 'kan tidak tahu pertimbangan pelatih bagaimana. Uji coba juga bisa jadi tolak ukur, karena di World Cup (Shanghai) nanti tim-tim kuat Asian Games turun semua," pungkasnya.
