Ricky Soebagja: Bulu Tangkis Negara Lain Maju karena Dilatih Mantan Atlet Kita
15 Desember 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
Ricky Soebagja: Bulu Tangkis Negara Lain Maju karena Dilatih Mantan Atlet Kita
Persaingan bulu tangkis internasional kian kompetitif, karena sebaran mantan-mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang melatih di negara lain.kumparanSPORT

ADVERTISEMENT
Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak mau jemawa meskipun atletnya meraih juara umum SEA Games Thailand 2025. Pasalnya persaingan bulu tangkis internasional kian kompetitif, karena sebaran mantan-mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang melatih di negara lain.
ADVERTISEMENT
Deretan nama seperti Rexy Mainaky, menjadi yang fenomenal ia pernah melatih tiga negara yakni Malaysia, Thailand, dan Inggris. Federasi tepok bulu Malaysia bahkan memberikan jabatan Wakil Direktur Pelatihan Badminton Association Malaysian (BAM). Nama lain yakni Tony Gunawan, peraih medali emas Olimpiade Sydney Australia tahun 2000 itu melatih negeri Paman Sam Amerika Serikat.
Perkembangan bulu tangkis Amerika Serikat pun pesat di tangan Tony hingga beberapa kali merepotkan negara-negara lain di dunia. Nova Widianto juga menjadi bagian dari mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang kini melatih di luar negeri, tepatnya di Malaysia.
Nova melatih ganda campuran Malaysia hingga menjelma diperhitungkan. Puncaknya Malaysia menjuarai kejuaraan Dunia BWF 2025 lewat pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, yang merupakan gelar juara dunia pertama bagi Malaysia di sektor ganda campuran. Selain itu ada juga hasil positif lain seperti runner-up China Masters 2024 dari Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin.
ADVERTISEMENT
Kehadiran mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang melatih berbagai negara itu diakui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Ricky Soebagdja menjadi pemerataan persaingan di dunia bulutangkis jadi merata. Kualitas dan pengalaman rekan-rekannya ketika aktif bermain bisa disalurkan ke atlet di negara tersebut.
"Banyak pelatih-pelatih dan mantan-mantan pemain kita juga keluar, di negara lain, ini juga mesti kita terus tidak boleh lengah, itu ada meratanya persaingan saat ini juga terlihat," kata Ricky Soebagdja, saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025 di Kota Malang, Senin (15/12).
Ia melihat meskipun China masih dominan di cabang tepok bulu, tapi munculnya negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Spanyol, Vietnam, hingga China Taipei, menjadi pemerataan persaingan bulutangkis internasional merata. Di level Asia Tenggara sendiri, Indonesia yang biasanya digdaya mulai terlihat kesulitan melawan Malaysia, Vietnam, Thailand, hingga Singapura.
ADVERTISEMENT
"Kita tidak boleh lengah dalam pembinaan, harus terus menerus kontinu, kita tidak boleh lengah dalam membina, lawan juga persaingannya sudah cukup ketat, ini juga terus mempersiapkan atlet-atletnya. kita tidak boleh lengah secara regenerasi," jelasnya.
Ricky Soebagdja optimistis asa menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia masih bisa. Hal ini dibuktikan dengan torehan medali di ajang SEA Games 2025 di Thailand yang meraih tiga medali emas, tiga medali perak, dan empat perunggu. Torehan ini sekaligus memastikan Indonesia menjadi juara umum di cabang olahraga (cabor) bulutangkis mengalahkan tuan rumah Thailand dengan tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Rasa optimisme Ricky kian memuncak tatkala melihat data setidaknya ada sekitar 82 ribu atlet-atlet bulutangkis, baik yang sudah profesional dan non profesional yang masih perlu digali dan dijaring bakatnya. Perkembangan beberapa atlet-atlet muda dari klub - klub di luar Pelatnas PBSI, juga disebutnya menggembirakan.
ADVERTISEMENT
"Kalau menurut saya kita bisa lihat di klub, di setiap turnamen pesertanya luar biasa, minat itu masih tetap, karena melihat dari setiap kejuaraan kan hampir pesertanya dari kelompok usia luar biasa, juga dari klub - klub, kita tahu, kita ada catatan sistem informasi yang terupdate hari ini 82.000 sekian. Artinya kita melihat seperti itu juga tetap minat dari calon atlet bulutangkis ini. Kita berharap bisa menambah," terangnya.
Tapi ingatan kegagalan di Asian Games Guangzhou 2023 lalu memang masih membekas, dan akan menjadi bahan evaluasi pengurus di bawah komando Ketua Umum (Ketum) PBSI Fadil Imran. Hal ini yang akan dievaluasi dan dicarikan solusi bersama bidang bina prestasi (Binpres) PBSI, agar talenta - talenta muda mampu meneruskan tonggak atlet bulutangkis berprestasi.
ADVERTISEMENT
"Karena 2026 sudah mulai persiapan Olympic, jadi kita sedang menyusun evaluasi setiap tiga bulan pasti yang dilakukan oleh ketua umum, tapi secara rutinitas mereka para Binpres, para pelatih, tapi pengurus termasuk pak ketum setiap 3 bulan. Jadi plan-nya ke mana, agenda apa, turnamennya apa, targetnya apa, sedang kita susun," terangnya.
Langkah pelaksanaan turnamen Kejurnas PBSI 2025 di GOR Malang Badminton Arena Kota Malang, jadi bagian dari pencarian bakat-bakat atlet muda. Di sini selain atlet muda yang sudah berkompetisi di level internasional, ada beberapa atlet muda baru yang mengikuti ajang turnamen bergengsi bulutangkis di level usia 15 - 18 tahun.
