Riwayat Panjang Perseteruan Valentino Rossi dan Honda

Valentino Rossi tak melewati jalan yang mudah untuk disebut sebagai legenda hidup di MotoGP. Selama kariernya di aspal, ia punya banyak rival, termasuk dengan tim Honda.
21 tahun sudah berlalu semenjak pertama kali Rossi menunggangi kuda besi di atas lintasan MotoGP. Selama dua dasawarsa lebih, ia telah memperkuat tiga tim pabrikan, yakni Honda, Yamaha, dan Ducati.
Pembalap yang memiliki julukan The Doctor ini pasalnya memang tak sering berganti-ganti tim. Bersama Yamaha sendiri, Rossi sudah menghabiskan 15 tahun.
Kini Rossi bergabung dengan tim satelit Yamaha, Petronas SRT Yamaha. Itu adalah tim keempat yang dibela rider berusia 41 tahun tersebut selama mengaspal di kelas utama.
Pembalap yang akan genap berusia 42 tahun pada Selasa (16/2) ini mulai menulis hikayat perjalanannya di MotoGP saat bergabung dengan Honda pada tahun 2000.
Segera setelah memenangkan gelar juara dunia 250 cc pada musim sebelumnya, Rossi menandatangani kontrak bersama Honda untuk tampil di kelas 500 cc. Kala itu usianya masih 20 tahun.
Kelas 500 cc adalah derajat tertinggi di MotoGP saat itu dan banyak ahli menyarankan Rossi untuk bertahan di 250 cc selama satu musim lagi.
Namun, Rossi yang tengah naik daun mampu tampil luar biasa membantah anggapan para pakar MotoGP.
Awal musimnya di Honda, Rossi dibekangi juara dunia kelas 500 cc lima kali, Mick Doohan, dan Jeremy Burgess sebagai teknisi. Hasilnya, ia menjadi kampiun di tahun pertamanya.
Rossi kemudian terus mendominasi kelas 500 cc di musim keduanya bersama pabrikan asal Jepang itu. Ia berhasil memenangkan 11 balapan dan hanya tiga kali tidak naik podium. Jawara lagi.
Musim 2003, terjadi perubahan di MotoGP di mana saat itu kejuaraan tertinggi adalah kelas 990 cc empat tak.
Sepertinya Rossi tak kerepotan menggunakan motor dengan kekuatan yang lebih tinggi. Ia kemudian keluar sebagai juara dunia dua musim berturut, yakni 2003 dan 2004.
Namun, ada beberapa ucapan yang sedikit mengganggunya saat itu. Beberapa eksekutif Honda menilai kesuksesan tersebut sebagai pencapaian spesifikasi motor mereka yang apik.
Mendengar hal tersebut, musim berikutnya Rossi ambil risiko dan menandatangani kontrak dengan rival berat Honda, yaitu Yamaha.
Sebagai informasi, motor Yamaha kala itu belum pernah meraih gelar sejak 1992 dan tidak sekali pun memenangkan balapan di MotoGp musim 2003.
Rossi mengangkut tim teknisi Honda untuk hijrah ke Yamaha. Tak terkecuali kepala mekanik kepercayaannya, Jeremy Burgess.
Sebenarnya, sejak awal kabar tersebut beredar, tensi antara Rossi dan Honda mulai panas. Manajer Honda, Sugara Kanezawa, mengatakan akan menghancurkan Rossi jika betulan hengkang.
"Jika Rossi pergi, kami akan membangun sepeda motor yang lebih baik dan menghancurkannya," ungkap Kanezawa dikutip dari Speedweek.
Tapi nyatanya Rossi tak mudah dihancurkan. Buktinya ia memenangkan balapan pertama di musim 2004, bahkan berakhir sebagai juara dunia.
Rossi jadi kampiun lagi di musim selanjutnya. Menjadi juara dunia dengan motor yang diragukan kemampuannya membuat pembalap Italia ini mendapat julukan The Doctor.
Sejak saat itu, Rossi menjadi satu-satunya musuh Honda. Musim 2006, pabrikan tersebut berhasil melangkahi Rossi dan keluar sebagai juara dengan Nicky Hayden.
Selanjutnya Rossi menjadi juara dunia lagi, beruntun pada musim 2008 dan 2009. Raihan tersebut menandakan gelar keempatnya bersama Yamaha dan ketujuh di kelas utama.
Musim 2011, Casey Stoner yang menunggangi motor Honda keluar sebagai kampiun. Namun, pembalap Australia itu mengumumkan pengunduran dirinya untuk tahun berikutnya.
Kehilangan jagoan di kelas utama pada musim 2012, Honda bahkan enggan melirik Rossi yang kala itu sedang kesulitan membela Ducati.
Namun Rossi belum habis, ia kembali ke Yamaha pada 2013. Meski usianya tak lagi muda, ia mampu merepotkan Honda dengan finis kedua di tiga musim berturut pada 2014, 2015, dan 2016.
Perseteruannya dengan Honda juga membuat Rossi memilih KTM alih-alih pabrikan Jepang tersebut untuk tim Sky VR46 yang berlaga di Moto3.
****
