Rossi: Yamaha Paling Lelet di Trek Lurus, Mesinnya Bermasalah

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. Foto: JOSE JORDAN / STR / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. Foto: JOSE JORDAN / STR / AFP

Yamaha masih belum berhenti membuat Valentino Rossi kecewa. Pabrikan yang bermarkas di Iwata itu lagi-lagi membuat The Doctor pusing kepala.

Usai gelaran MotoGP Eropa, Minggu (8/11), Rossi kembali mencurahkan unek-uneknya terkait performa motor Yamaha. Kali ini, pebalap Monster Energy Yamaha itu menyoroti masalah ban dan cengkeraman.

"Situasinya tidak mudah karena sepertinya kami tidak memahami sesuatu tentang ban. Luar biasa, karena pekan lalu Yamaha menang, dengan Franco [Morbidelli], tetapi kami berjuang keras dengan cengkeraman di Valencia," tuturnya, dikutip dari Crash.

Sekadar informasi, Morbidelli adalah pemenang MotoGP Teruel, tetapi pebalap Petronas Yamaha SRT itu hanya finis ke-11 (start dari urutan ke-9) di MotoGP Eropa. Rossi kecewa melihat performa motor muridnya itu.

embed from external kumparan

Rossi kembali menekankan masalah mesin Yamaha

Pebalap MotoGP, Valentino Rossi. Foto: STEPHANE MAHE/REUTERS

Masalah Yamaha bukan hanya perkara ban dan cengkeraman. Rossi kembali menekankan bahwa Yamaha benar-benar perlu berbenah soal mesin. Menurutnya, ini adalah masalah yang sudah berulang kali terjadi.

"Memang benar, seperti yang sering terjadi, kami cepat di awal musim dan setelah itu sepertinya pabrikan lain membawa banyak hal baru, jadi mereka membutuhkan beberapa balapan untuk perbaikan, dan di akhir kejuaraan mereka sangat kuat," tutur Rossi.

Asal tahu saja, motor Yamaha terlihat amat menjanjikan pada dua seri perdana di Sirkuit Jerez: Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) finis satu dua, bahkan Rossi naik podium ketiga di MotoGP Teruel.

"Saya selalu berpikir dan bilang kepada mereka bahwa mesin adalah masalah besar bagi kami karena kami selalu paling lambat di trek lurus, tetapi pada saat yang sama kami memiliki masalah keandalan," tegas Rossi.

MotoGP Catalunya. Foto: Getty Images

"Kami memiliki banyak masalah untuk menyelesaikan musim dengan lima mesin. Jadi, kami tidak memiliki kinerja dan juga kami tidak memiliki keandalan yang cukup."

"Juga, karakter mesin yang dulu menjadi poin kuat bagi Yamaha, kini sepertinya mesin [tim] lain lebih mulus dalam akselerasi daripada kami," imbuhnya.

Dalam balapan MotoGP Eropa 2020, tak ada pebalap bermesin motor Yamaha yang finis 10 besar. Franco Morbidelli (start ke-9) finis ke-11, Maverick Vinales (start dari pitlane) finis ke-13, dan Fabio Quartararo (sempat jatuh) finis ke-14. Rossi tak finis karena motornya mogok.

Bagi Rossi, Yamaha benar-benar harus total berbenah untuk menyelesaikan segala masalah. Jika tidak, Yamaha juga mungkin tak akan mengalami peningkatan di musim depan.

----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.