Sejarah untuk RI, Putra Tri Ramadani Raih Emas Lead World Climbing Series Prague
·waktu baca 3 menit

Putra Tri Ramadani sukses menyudahi penantian panjang tim panjat tebing Indonesia untuk meraih medali di nomor lead dalam World Climbing Series. Bahkan, Putra langsung menyabet medali emas.
Dalam final Lead World Climbing Series Prague di Ceko, Minggu (7/6) waktu setempat, atlet yang karib disapa Srondeng ini tampil dengan gemilang. Kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat apik berupa medali emas dengan skor 43, tak ada atlet lain yang mampu menyainginya.
Dalam aksi pemanjatan final, Putra tampil di urutan nomor enam. Sejenak, ia memetakan rute yang diramu route setter di partai final. Putra memikirkan strategi terbaik untuk menaklukkan jalur tersebut.
Langkahnya mantap. Tangan dan kakinya perlahan-lahan menyusuri climbing holds (pegangan) dengan berbagai bentuk dan ukuran yang terpasang rapi, tetapi menantang itu.
Jalur pada babak final ini diakuinya sangat sulit. Namun, ia tak gentar dan terus mencoba yang terbaik. Ketelatenannya dan kegigihannya pun mampu mengantarkannya pada kemenangan. Wajar saja jika Srondeng merasa sangat bahagia atas pencapaian ini.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama saya. Saya sangat bahagia. Jalur final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump," ujar dia dalam keterangan resmi.
Meski demikian, Putra tak mau terlalu berpuas diri. Ia menyadari masih banyak aspek yang harus diperbaiki agar penampilannya lebih stabil ke depannya.
"PR-nya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," kata dia.
Dalam babak final, Putra harus bersaing dengan tujuh atlet panjat tebing top dunia lainnya. Mereka adalah Sorato Anraku (Jepang), Adam Ondra (Ceko), Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), Jakob Schubert (Austria), Neo Suzuki (Jepang), serta Satone Yoshida (Jepang).
Adapun peraih medali perak lead di Praha kali ini yakni Neo Suzuki dari Jepang dengan skor 39. Sementara, medali perunggu disabet Jakob Schubert dari Austria dengan skor 37.
Ini merupakan kedua kalinya atlet Putra masuk babak final World Climbing Series. Sebelumnya, ia berhasil masuk final ketika bertanding di World Climbing Series Koper, Slovenia, 5-6 September 2025. Sayangnya ia belum berhasil membawa pulang medali kala itu. Putra berada di peringkat enam pada final tersebut. Ia mengumpulkan skor 40+.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan apa yang didapat Srondeng adalah wujud dari hasil kerja keras. Tak hanya atlet saja, ada peran seluruh pelatih, official, dan timnas Indonesia di nomor lead yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
"Emas dari Srondeng ini memberi gambaran kerja keras seluruh tim di Pelatnas. Ini menjadi catatan sejarah kita semua bahwa nomor lead berhasil menjadi juara dunia. Dan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet muda di nomor lead" ungkap dia.
Pemanjat asal Jawa Timur ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada babak final. Dua atlet putra lainnya, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan, harus gugur di babak kualifikasi. Sementara, di nomor lead putri, satu atlet berhasil masuk semifinal yakni Alma Ariella Tsany, sedangkan Lintang Cahyani Sukma terhenti di babak kualifikasi.
