Sepatu sebagai Persoalan Akar Rumput Basket Indonesia

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menpora Imam Nahrawi & Presdir DBL, Arzul Ananda. (Foto: Aditia Rizki/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menpora Imam Nahrawi & Presdir DBL, Arzul Ananda. (Foto: Aditia Rizki/kumparan)

Di tengah pergerakan dunia bola basket Indonesia yang sedang bergairah, ada secercah harapan dan misi yang coba disematkan oleh salah satu perusahan sport management terbesar di Tanah Air, untuk meningkatkan minat dan dan menghilangkan batasan mimpi anak muda dalam bermain basket.

PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia yang merupakan pengelola liga basket pelajar terbesar di Indonesia, melakukan kolaborasi bersama brand sepatu dalam negeri--Ardiles-- untuk meluncurkan sepatu basket.

Sebagai olahraga yang pamornya belum semeriah sepak bola dan bulu tangkis, basket memang masih butuh waktu untuk menjadi olahraga yang memasyarakat di semua lapisan, selain fasilitas macam lapangan basket yang mudah dijangkau, perangkat bermain basket seperti sepatu juga tak bisa ditepikan begitu saja tentunya.

Hal ini kemudian diamini oleh founder sekaligus Presiden Direktur DBL Indonesia, Azrul Ananda, yang merasa salah satu kendala anak-anak muda di Indonesia adalah masalah sepatu basket itu sendiri. Sulitnya mengakses sepatu berkualitas tinggi, tak sedikit mereka--anak muda-- Indonesia bertelanjang kaki saat bermain basket atau mengurungkan niatnya bermain olahraga 4x10 menit itu.

"Selama bertahun-tahun menyelenggarakan kompetisi basket dengan standar tinggi dari Aceh sampai Papua, kami menemukan barrier demi barrier yang menghalangi semakin banyaknya anak untuk bermain basket. Yang paling menghalangi ternyata adalah sepatu," ungkap Azrul di acara launching sepatu basket kolaborasi DBL dan Ardiles, Rabu (11/10/2017) di La Piazza Gandaria City Mall, Jakarta Selatan.

Pernyataan Azrul nyatanya benar terjadi di berbagai tempat di Nusantara ini. Sepatu basket seolah jadi kendala kecil yang menjadi serius bagi bertumbuhnya basket di masyarakat. Tapi, dengan segala kesulitan akses itu, masih ada tentunya mereka yang tetap berusaha merealisasikan kecintaan terhadap basket dengan bermain menggunakan sepatu ala kadarnya atau bahkan bertelanjang kaki.

Namun, ala kadarnya itu tentu mengundang beberapa risiko bagi mereka-- yang bermain basket dengan bertelanjang kaki atau menggunakan sepatu seadanya-- khususnya keselamatan dan efek jangka panjang.

Begini, kita ambil contoh, apa bisa bermain sepak bola dengan sepatu futsal atau running? Tentu bisa-bisa saja, tapi apakah itu akan jadi membuat permainan jadi efektif atau tidak berisiko menimbulkan cedera. Begitupun bermain basket, kecenderungan menggunakan sepatu running yang selewat, ya, bisa sih dipakai, tapi apakah kita akan menghiraukan faktor keselamatan si pengguna? Tentu tidak.

Terlebih bagi mereka para anak muda, mengalami cedera adalah risiko yang terlalu berat jika ditanggung di usia belia. Itulah yang coba dihindarkan sekaligus dicarikan solusi oleh DBL bersma Ardiles lewat sepatu basket dengan harga terjangkau tapi berkualitas baik.