Serunya Nonton F1 GP Singapura saat Hujan: Basah Kuyup & Dikepung Lumpur
·waktu baca 5 menit

Sirkuit Marina Bay, Singapura, pada Minggu (2/10) telah dipenuhi lautan manusia sejak sore harinya. Semua mata tertuju pada satu event akbar: Formula 1 (F1) 2022.
Warga Singapura, turis Eropa, pelancong Asia, penonton dari Australia, hingga pengunjung asal Afrika dan Amerika semua bercampur baur jadi satu. Mereka siap untuk menonton balapan, menyaksikan konser, dan yang pasti adalah berpesta pora!
Langit Marina Bay sore itu tampak kelabu. kumparan sampai di lokasi pada pukul 18:05 waktu Singapura, dan sepertinya hanya tinggal menunggu waktu untuk hujan deras.
Kami menapaki langkah demi langkah, dari Raffles City Shopping Centre (CapitaLand Malls), menuju Gate 3A, hingga sampai di bibir jembatan penyeberangan yang telah dimodifikasi sebagai penghubung antararea. Oh iya, area Raffles City Shopping Centre juga terhubung dengan MRT City Hall.
Di area dekat jembatan penyeberangan itu, gerimis mulai jatuh. Lalu, kumparan menaiki jembatan penyeberangan tersebut, ketika sampai di ujung seberang, bulir-bulir air mulai terasa lebih membuat basah. Beberapa langkah masuk ke Padang Grandstand, hujan langsung deras.
kumparan dan para penonton lain mulai memakai jas hujan. Sementara, ada juga penonton yang tak memiliki jas hujan dan terpaksa basah-basahan atau opsi lainnya berdiri di tangga karena ada atapnya.
Kami yang memiliki jas hujan naik ke atas tribune Padang Grandstand dengan cukup tergesa-gesa. Sebab, khawatir tangga akan menjadi licin dan membuat kami tergelincir jika hujan kian deras dan membasahi tangga.
Ketika sampai di tempat duduk, kami merasakan bahwa memakai jas hujan tampak sia-sia karena hujan menghujam sirkuit dengan 'membabi-buta'. Dari ujung kaki hingga ujung jempol tiada yang selamat dari derasnya air. Namun setidaknya, barang-barang dalam tas tidak ikut kuyup.
Seharusnya, balapan dimulai pada pukul 20:00. Namun, lomba F1 GP Singapura sempat tertunda karena hujan deras. kumparan hadir di lokasi, tepatnya tribune Padang Grandstand untuk memantau situasi lintasan lurus penghubung Tikungan 9 (Turn Padang) dan Tikungan 10 (Singapore Sling).
kumparan sudah di grandstand sejak pukul 19:00. Hujan mulai deras, tetapi para penonton dihibur dengan penampilan The Black Eyed Peas, sehingga tetap bisa menikmati momen, meski basah-basahan.
kumparan dan para penonton lain juga sempat deg-degan. Khawatir hujan tak akan berhenti dan tetap deras hingga balapan batal. Selama kurang-lebih 1 jam, hujan tetap deras. Sesekali, Safety Car coba menjajal trek.
Sekitar pukul 19:50 waktu Singapura, hujan mereda. Para marshal mulai membersihkan trek, begitu juga sweeping truck yang dikerahkan untuk mengeringkan lintasan. Uniknya, para penonton tampak bersorak untuk menyamangati sopir sweeping truck, lalu sang supir membalas dengan melambai ke arah tribune.
Sekitar pukul 20:15 waktu Singapura, tim-tim dan para pebalap mulai bersiap. Ada tanda-tanda balapan akan dimulai. Para penonton pun semakin banyak yang naik ke Padang Grandstand.
Pada pukul 20:24, mobil-mobil pebalap F1 mulai bersiap keluar dari pitlane. Satu menit berselang, mobil-mobil mulai masuk lintasan untuk menjajal trek. Mobil pertama yang melintas di depan Padang Grandstand adalah Aston Martin. Para penonton riuh antusias melihatnya, lalu disusul mobil lain.
Musik kembali diputar oleh panitia pelaksana, bercampur dengan iringan suara mesin mobil F1 yang lalu-lalang melintas untuk mengetes kelayakan trek.
Singkat cerita, hujan benar-benar reda, dan balapan dimulai pada pukul 21:08. Ketika start, para mobil melesat, lalu para penonton pun bersorak meriah. Saat mobil-mobil F1 melewati depan Padang Grandstand, teriakan kian meriah.
Hujan memang berhenti. Namun, itu menyisakan 'masalah' lain. Tangga untuk naik-turun ke Padang Grandstand tetap licin. kumparan melihat seorang penonton sempat terpeleset dan nyaris terjatuh.
Kemudian, tanah di area sekitar bawah Padang Grandstand, di tempat yang disediakan layar besar untuk menonton balapan dan konser serta akses menuju toilet portable, menjadi becek dan berlumpur bak kubangan. Jangan harap sepatu bisa selamat dari lumpur pekat jika dari sana. Beberapa penonton tampak sudah bertelanjang kaki.

Akan tetapi, para penonton tetap terlihat antusias. Mereka berteriak heboh setiap kali ada insiden yang bisa ditonton di layar besar yang berada tepat di depan Padang Grandstand, seperti saat Yuki Tsunoda dan Fernando Alonso harus retired, masing-masing di lap 34 dan 20.
Kejadian Lewis Hamilton menabrak dinding dan Max Verstappen melintir juga menarik perhatian. Beberapa orang tampak bersukacita melihat hal itu, sedangkan sejumlah orang lainnya tampak kesal hingga bersumpah serapah.
Sementara itu, tidak ada insiden seru atau fatal yang terjadi di Tikungan 9 atau 10. Tidak ada crash, tidak ada salip-menyalip. Suasana mungkin akan kian riuh jika ada sesuatu terjadi di trek dekat Padang Grandstand.
Mendekati akhir lomba, para penonton di Padang Grandstand kian fokus dan semakin antusias melihat mobil-mobil F1 yang lewat di depan mata. Namun, ada juga sejumlah penonton yang memilih turun, seperti takut akan sulit keluar jika harus menunggu balapan selesai.
Pada akhirnya, F1 GP Singapura 2022 dimenangi oleh Sergio Perez. Sementara, Charles Leclerc finis kedua dan Carlos Sainz Jr finis ketiga. Max Verstappen yang digadang-gadang akan mengunci gelar juara di Sirkuit Marina Bay malah cuma finis ketujuh.
Bersamaan dengan para pebalap masuk finis, kembang api raksasa dinyalakan. Warna-warni indah menghiasi langit malam. Bersamaan dengan itu, Green Day beraksi untuk menghibur penonton.
kumparan memilih pulang lebih awal untuk mengejar waktu. Akan tetapi, kami bisa sambil mendengarkan lagu-lagu hits yang dibawakan Green Day, seperti 'American Idiot' dan 'Boulevard of Broken Dreams', yang mengiringi langkah kami keluar dari sirkuit.
