Siti Fadia Usai Gagal di Olimpiade: Saya Sedih dan Kecewa

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia dan Apriyani Rahayu dari Indonesia beraksi dalam pertandingan Grup A melawan Mayu Matsumoto dari Jepang dan Wakana Nagahara dari Jepang Foto: Hamad I Mohammed/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia dan Apriyani Rahayu dari Indonesia beraksi dalam pertandingan Grup A melawan Mayu Matsumoto dari Jepang dan Wakana Nagahara dari Jepang Foto: Hamad I Mohammed/Reuters

Selesai sudah perjuangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia, di Olimpiade Paris 2024. Mereka menelan kekalahan di tiga pertandingan babak grup.

Pada partai pertama, Apriyani/Fadia kalah dari wakil Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Kemudian, mereka dikalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan (China) di partai kedua. Teranyar, Apriyani/Fadia ditekuk Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) di laga terakhir).

Siti Fadia mengaku sedih dan kecewa dengan kegagalan di Olimpiade. Namun, ia berjanji akan memperbaiki diri untuk terus berkembang ke depannya.

''Pastinya sedih, sedih dan kecewa, karena di tiga pertandingan ini kalah semua, tapi saya bersyukur Olimpiade. Saya akan terus berproses untuk ke depannya'' kata Fadia dalam pernyataan resmi.

Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia dan Apriyani Rahayu dari Indonesia beraksi dalam pertandingan Grup A melawan Mayu Matsumoto dari Jepang dan Wakana Nagahara dari Jepang Foto: Hamad I Mohammed/Reuters

Fadia juga mengakui bahwa bermain di ajang sekelas Olimpiade menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi dirinya. Ia menjelaskan, untuk lolos ke Olimpiade butuh perjalanan panjang.

"Pelajaran yang paling berharga banget buat aku, terutama karena ini Olimpiade pertama buat aku, perjalanan ke sini gak mudah juga, dari kita singkat banget ya, pelan-pelan [dari] 2022,'' ucap Fadia.

''Sempat naik turun, sempat cedera juga, banyak juga struggle yang kita lewati pastinya pembelajaran paling berharga untuk terus berproses.''