Stamina Jadi Faktor Kekalahan Ronald/Annisa dari Unggulan Malaysia

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ronald/Annisa Saufika saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Rabu (17/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ronald/Annisa Saufika saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Rabu (17/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Langkah Ronald Alexander/Annisa Saufika di Indonesia Open 2019 langsung terhenti di babak pertama. Mereka menelan kekalahan dari ganda campuran asal Malaysia sekaligus unggulan kelima turnamen, Chan Peng Soon/Goh Liu Yin, Rabu (17/7/2019) malam WIB.

Hasil tersebut patut disayangkan karena Ronald/Annisa mampu memberi perlawanan sengit di gim pertama. Mereka kerap menyulitkan peraih medali perak Olimpiade 2016 tersebut hingga akhirnya menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-16.

Permainan Ronald/Annisa mulai kendur di gim kedua. Dari intensitas kesalahan mereka, Chan/Goh memetik banyak poin secara gratis. Tanpa kesulitan berarti, pasangan Negeri Jiran menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21-7 untuk memaksakan terjadinya rubber game.

Jalannya gim ketiga tak jauh berbeda dengan gim kedua. Chan/Goh masih tampak superior dan melanjutkan momentum hingga mengukir kemenangan 21-11.

Terkait gim pemungkas itu, Ronald/Annisa melihat performanya menunjukkan grafik semakin menurun. Faktor stamina menjadi penyebab utamanya.

"Sebetulnya dari pola permainan dan teknik kami tidak kalah. Tapi, daya tahannya kurang. Kami sama-sama tidak mudah mati, sama-sama mau menang, tapi lawan lebih siap, lebih kuat," kata Annisa saat ditemui seusai laga.

Ronald/Annisa Saufika saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Rabu (17/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Tadi cukup tegang dan kami main agak tertekan. Kami kurang fokus, awalnya terasa enak (ritmenya), tapi permainan mereka kemudian mulai rapi dan kami kurang tahan (stamina)," ujar Ronald menambahkan rekannya.

Dengan kekalahan ini, Ronald/Annisa pun mengulangi capaian tahun lalu. Indonesia Open 2018 juga menghadirkan kegagalan mereka di babak pertama. Oleh karena itu, Annisa tak memungkiri bahwa raihannya meleset jauh dari target.

"Belum puas, masih jauh (dari harapan), padahal persiapan kami sudah sangat bagus. Minimal kami bisa mengalahkan unggulan, tapi hasilnya begini. Di gim ketiga kami ketinggalan jauh, tidak puas sama sekali," tutup Annisa.

Perjalanan Ronald/Annisa memang sudah selesai di Indonesia Open 2019. Namun, masih ada ajang Thailand Terbuka sebagai agenda berikutnya.

Untuk ajang yang disebutkan terakhir, Ronald/Annisa kembali menghadapi pasangan top, Seo Seung Jae/Chae YuJung, di babak 32 besar. Ganda Korea Selatan itu menduduki peringkat kesembilan dunia.