Status Pemain Magang Mendorong Tontowi Ahmad Pensiun, Apa Penjelasan PBSI?

kumparanSPORTverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tontowi Ahmad pensiun dari dunia bulu tangkis. Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Tontowi Ahmad pensiun dari dunia bulu tangkis. Foto: Dok. PBSI

Status pemain magang yang diberikan PBSI menjadi salah satu alasan Tontowi Ahmad pensiun. Meski disebut bukan alasan utama, Tontowi mengaku keputusan federasi tepok bulu Indonesia itu mengikis motivasinya untuk terus bermain.

Menanggapi kasus ini, PBSI melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, memberi penjelasan. Susy menyebut keputusan memberi SK magang diambil sesuai hasil pertandingan Tontowi di 2019.

Setelah Liliyana Natsir pensiun, Tontowi dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow. Tontowi/Winny tercatat mengikuti 19 turnamen sepanjang 2019, namun poin yang didapatkan tak cukup untuk lolos ke kualifikasi Olimpiade Tokyo.

embed from external kumparan

Ketika promosi dan degradasi akan diumumkan di awal 2020, kepala pelatih ganda campuran Richard Mainaky melaporkan bahwa Winny bakal dipasangkan kembali dengan partner sebelumnya yaitu Akbar Bintang Cahyono.

Karena tak memiliki pasangan tetap, PBSI lantas memberi kesempatan kepada Tontowi untuk tetap berada di pelatnas dengan status atlet magang.

"Otomatis 'kan kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi dan situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main," kata Susy dari keterangan tertulis PBSI.

"Namun di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) Magang, karena belum punya pasangan tetap," lanjut Susy.

Tontowi Ahmad. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Susy membenarkan bahwa Tontowi memiliki rencana untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu di 2020. Namun, Susy menyebut belum ada kepastian menyoal rencana tersebut. Belum lagi, Apriyani tengah fokus di ganda putri bersama Greysia Polii.

Belum jelasnya pasangan main dan target, membuat PBSI mengeluarkan SK magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Namun, Tontowi nyatanya hanya memainkan satu turnamen dengan Apriyani, Indonesia Master 2020.

Tontowi/Apriyani terhenti di 16 besar Indonesia Master 2020. Siapa menyangka ajang itu menjadi turnamen terakhir Tontowi yang memutuskan pensiun pada Senin (18/5/2020). Tontowi pun berharap PBSI bisa mengambil kebijakan lebih arif kepada atletnya.

"PBSI itu organisasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. Contoh saya yang sudah berprestasi, saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia, saya baru dicoba satu pasangan, walaupun belum pernah masuk semifinal, saya sudah kalahkan pemain top 10. Maksudnya, saya tak sejelek itu yang harusnya langsung dibuang," jelas Tontowi.

===

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!