Stephen Curry Patah Tangan, Warriors Semakin Merana

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang terjadi pada Golden State Warriors ketika bertemu Phoenix Suns pada Kamis (31/10/2019) pagi WIB. Warriors tak hanya kalah dengan skor 110-121 dari Suns, tetapi juga kehilangan Stephen Curry yang mengalami patah tangan pada laga tersebut.
Insiden ini terjadi di kuarter ketiga. Kala itu, Curry berupaya untuk melakukan penetrasi dan melepaskan lay-up. Center Suns, Aron Baynes, mencoba untuk menghalangi Curry dengan memasang badannya.
Alhasil, tabrakan antara keduanya tak terelakkan. Sayangnya, Curry jatuh dengan posisi yang tak menguntungkan. Tangan kirinya mengarah keluar, dan kemudian tertimpa oleh Baynes.
Situasi ini sangat mengerikan. Bayangkan, Baynes—pria dengan bobot mencapai 118 kilogram—menimpa tangan Curry yang terbilang kecil. Curry kemudian mengerang kesakitan, dan tak dapat melanjutkan pertandingan.
Dampaknya buat Curry tentu parah. Setelah laga, Warriors mengumumkan bahwa tangan kiri pemain bintang mereka itu patah. General Manager (GM) Warriors, Bob Myers, kemudian menyatakan bahwa Curry akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan durasi absennya dan apakah tangannya mesti dioperasi.
Meskipun begitu, durasi absen Curry bisa diprediksi. Per laporan jurnalis ESPN, Ramona Shelburne, fraktur terjadi di metacarpal—tulang di bawah telunjuk—kedua Curry. Nah, berdasarkan artikel Paolo Uggeti di The Ringer, cedera di daerah ini membutuhkan waktu rehabilitasi selama enam sampai delapan pekan.
Memang, cedera ini tak membuat Curry melewatkan musim ini. Namun, bukan berarti Warriors bakal senang mendengar Curry mesti absen sampai delapan musim kedepan.
Tak bisa dibantah bahwa Curry merupakan pemain terbaik Warriors. Dari empat laga di 2019/2020, peraih dua gelar MVP NBA musim reguler itu berhasil mencatatkan 24 poin per pertandingan—terbanyak di antara rekan setimnya.
Namun, peran Curry tak hanya sekadar mencetak poin saja. Curry adalah pemimpin buat rekan-rekannya, mengingat ia merupakan pemain tertua di Warriors saat ini. Ya, usianya padahal baru 31 tahun, dan itu menunjukkan betapa mudanya tim Warriors saat ini.
Jangan lupa juga bahwa sejauh ini, 2019/2020 tak berjalan baik buat Warriors. Mereka baru menang sekali dari empat laga. Itu pun dengan kehadiran Curry. Tanpa Curry? Besar kemungkinannya jumlah kekalahan Warriors meningkat lebih pesat ketimbang kemenangan mereka.
Pada awal 2018/2019 silam, Curry juga sempat cedera cukup lama. Namun, kala itu, Warriors masih memiliki Kevin Durant dan Klay Thompson masih sehat wal afiat. Kini, Durant sudah hijrah ke Brooklyn Nets dan Thompson masih berkutat dengan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Pelatih Warriors, Steve Kerr, bahkan mengakui bahwa cederanya Curry membuat hidupnya, dan tentu saja Warriors, jauh lebih sulit.
“Tentu saja, ini sulit buat kami. Saat ini, kami mesti mencoba untuk menemukan pijakan yang tepat, tetapi tentu ini menyulitkan kami,” kata Kerr, dikutip dari NBC.
“Ini kesempatan buat pemain muda kami untuk tampil. Namun, ini jelas terlalu berat buat mereka. Anda tentu ingin memainkan pemain muda terbaik yang Anda miliki, tetapi kami menaruh beban yang terlalu banyak buat mereka. Sayangnya, kami tak punya pilihan karena cedera yang menerpa pemain-pemain kami,” tambah sang pelatih.
Peran Curry sebagai point guard besar kemungkinan bakal diemban oleh eks penggawa Los Angeles Lakers, D’Angelo Russell. Sementara, kapten Warriors di lapangan akan dijabat oleh Draymond Green.
