Taufik Hidayat: Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Olahraga

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenpora Taufik Hidayat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wamenpora Taufik Hidayat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Wamenpora Taufik Hidayat menerangkan bahwa Indonesia saat ini kekurangan dokter spesialis olahraga. Pihaknya mengaku ingin bekerja sama dengan Kemenkes guna meningkatkan lagi jumlah dokter spesialis olahraga.

Menurut Taufik, saat ini hanya ada 122 dokter spesialis olahraga se-Indonesia. Ia menekankan bahwa jumlah ini sangatlah sedikit jika mengingat kebutuhan di pusat dan daerah.

"Kami harus berkolaborasi juga dengan Kemenkes, tak hanya yang di pusat tapi juga di daerah, bahwa saat ini kami sangat-sangat kekurangan dokter spesialis olahraga. Hanya baru ada 122 sebesar Indonesia," kata Taufik kepada awak media saat Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (7/12).

"Jadi kami berharap kepada Kemenkes untuk bisa mengedukasi orang-orang untuk juga mengambil sport medicine, karena kami sangat membutuhkan. Dan ini tak hanya untuk di pusat tapi juga di daerah-daerah, karena banyak atlet-atlet kami di daerah yang juga ingin menjaga kondisinya juga mengantisipasi cedera," tambahnya.

Menpora Erick Thohir (tengah), Wamenpora Taufik Hidayat (kedua kiri), dan Gubernur Jakarta Pramono Anung (kedua kanan) dalam Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (6/12/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerangkan ingin membangun pusat olahraga seluas 5 hektare. Taufik menerangkan, hadirnya fasilitas juga harus diiringi dengan SDM yang mumpuni, termasuk dokter olahraga.

"Juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden di mana saat ini kami sedang mencoba membangun fasilitas olahraga. Dan tak bisa dipungkiri bahwa kami saat ini belum punya sports science. Dan ini yang akan kami koordinasikan dengan Kemenkes untuk ditindaklanjuti bagaimana kita harus punya fasilitas itu," terang Taufik.