Tentang New Poomsae dan Adaptasi Indonesia Terhadapnya

Poomsae (seni gerak dalam taekwondo) sebenarnya bukan disiplin yang baru di dalam dunia taekwondo. Namun, pada ajang Asian Games 2018, akan banyak modifikasi yang dilakukan terkait poomsae ini sendiri. Modifikasi itu ada dalam bentuk new poomsae.
New poomsae ini sebenarnya masih mengacu kepada poomsae yang menjadi dasar dari taekwondo. New poomsae pertama kali diperkenalkan oleh Asian Taekwondo Union pada 2016, mencakup 10 gerakan baru seperti bigak (tendangan putar sambil meloncat) dan himchari (rangkaian pola gerakan yang merepresentasikan pertumbuhan seseorang lewat sederet tantangan hingga akhirnya ia ‘lepas landas’).
Pada ajang test event ini, selain mencoba disiplin poomsae yang baru akan dipertandingkan pertama kali di ajang Asian Games 2018, new poomsae juga akan menjadi warna baru di ajang empat tahunan antar negara Asia tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Rahmi Kurnia, pelatih kepala tim taekwondo Indonesia.
"Jadi sebetulnya masing-masing negara di Asia ini baru memulai (untuk new poomsae). Jadi di kompetisi nanti, untuk individu, di babak penyisihan akan pakai recognize, baru dari semifinal sampai final akan menggunakan new poomsae, seperti bigak 1, 2, 3, sama himchari," ungkap Rahmi.
"Untuk yang tim, dari penyisihan akan memakai recognize, untuk semifinal dan final hanya akan memakai new poomsae dan freestyle. New poomsae dan freestyle ini sendiri gerakannya lebih akrobatik," tambahnya.
Untuk new poomsae sendiri, memang gerakannya didesain sedikit berbeda. Jika lazimnya poomsae yang dipertandingkan tingkat kesulitannya tidak kelewat tinggi, dengan adanya new poomsae ini maka tingkat kesulitan kompetisi taekwondo disiplin poomsae akan meningkat dengan sendirinya.
Hasilnya, meski sulit, tapi new poomsae ini menjanjikan kompetisi poomsae yang lebih atraktif dan menghibur. Meski nilai minus yang diterapkan kepada atlet ketika jatuh menjadi lebih tinggi, tapi new poomsae mewakili cermin dari taekwondo itu sendiri.
Demi menyesuaikan diri dengan new poomsae, Rahmi menyebut bahwa dia akan segera melakukan pembenahan dalam soal menu latihan poomsae tim taekwondo Indonesia. Dia sudah siap untuk mendatangkan pelatih khusus, sekaligus juga siap memberangkatkan timnya berlatih di luar negeri.
"Kalau untuk new poomsae dan freestyle ini kita membutuhkan koreografer dan penata musik yang handal, sehingga nanti gerakan freestyle dan musik yang mengiringinya akan bagus. Ke depan, kami akan cari koreografer yang bisa mencocokkan gerakan dan musik, karena memang (new poomsae) harus atraktif sekali," ujar Rahmi.
"Tim poomsae ini sendiri, setelah test event ini, kemungkinan akan lebih banyak di Korea. Kami akan latihan di sana, dan di bulan Mei nanti mereka akan ikut kejuaraan Asia di Vietnam," pungkasnya.
