Tepatkah Rencana Honda Mendepak Alex Marquez?

18 Juni 2020 13:04 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pembalap MotoGP Repsol Honda 2020, Alex Marquez berbicara di acara Repsol Lubricant Show. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pembalap MotoGP Repsol Honda 2020, Alex Marquez berbicara di acara Repsol Lubricant Show. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
MotoGP 2020 belum dimulai, tapi masa depan Alex Marquez sudah menjadi pertanyaan. Repsol Honda dikabarkan bakal mendepak pebalap 24 tahun itu dan menggantinya dengan Pol Espargaro di MotoGP 2021.
ADVERTISEMENT
Legenda MotoGP, Mick Doohan, angkat suara mengenai situasi Alex. Ia menilai Honda bersikap tidak adil kepada adik Marc Marquez itu karena Alex sama sekali belum unjuk kebolehan di musim kompetitif.
Musim ini Alex menjadi rookie, harusnya ia sudah turun ke lintasan sejak Maret. Namun, pandemi virus corona membikin rencana berantakan. Alex dan para pebalap lain baru dijadwalkan membalap pada 19 Juli di Sirkuit Jerez, Spanyol.
"Saya tak bisa berkata-kata. Ini agak ganjil buat Alex jika ia ditendang dari motornya bahkan sebelum dia melakukan balapan. Siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik ini," kata Doohan, dilansir Crash.
"Saya merasa ini ganjil buat Alex karena dia belum balapan. Jika dia melewati musim dengan bagus, memulai dengan baik, dan kualitasnya meningkat, apa yang akan terjadi? Apakah Honda akan tetap mendepaknya atau dia akan dipindahkan ke tim lain?" tuturnya.
ADVERTISEMENT
Rumor ketertarikan Honda menggaet Espargaro dan melepas Alex patut dipertanyakan. Alex bukan rookie sembarangan karena naik kelas usai menjadi juara dunia Moto2 2019.
Namun, jika Honda menjadikan hasil tes pramusim sebagai patokan penilaian, penampilan Alex memang patut diragukan. Pada tes MotoGP Sepang, Alex hanya finis di posisi ke-18, sementara pada tes di Qatar dia finis ke-21.
Pembalap MotoGP Repsol Honda 2020, Alex Marquez berbicara di acara Repsol Lubricant Show. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Hasilnya cukup berbeda jauh dengan Espargaro yang finis ke-13 di tes MotoGP Qatar dan ke-10 di Sepang. Oleh karena itu, Doohan pun meyakini Espargaro punya potensi untuk berkembangan jika pindah ke Honda.
"Saya yakin Pol bisa bekerja dengan baik dengan motor Honda. Jujur, saya tak begitu dekat dengan tim Honda dan rumor yang berkembangan di sana. Jadi, saya tak punya komentar lain dari apa yang baru saja saya katakan," ujar Doohan.
ADVERTISEMENT
Sementara menurut mantan pebalap lain, Simon Crafar, keputusan Honda melepas Alex dan merekrut Espargaro adalah langkah cerdas. Crafar menilai Honda hanya ingin menduetkan dua pebalap potensial untuk berada di papan atas.
Alex Marquez (kiri, kostum putih-biru) dan Marc Marquez (kanan, kostum putih-oranye). Foto: JOSE JORDAN / AFP
"Ya, saya pikir ini adalah langkah cerdas dari sudut pandang Honda. Jelas bahwa mereka hanya ingin menempatkan seseorang sebagai rekan Marquez yang diketahui dapat membuat motor mereka yang sulit ditangani menjadi cepat," jelas Crafar.
"Espargaro membuktikan bahwa dia bisa melakukan itu di KTM. Dia bisa menaklukkan motor MotoGP yang sulit dikendalikan dan kupikir dia bisa melakukannya lagi [di Honda]. Jadi, saya pikir ini langkah cerdik dari Honda," tuturnya.
Namun, Crafar tak menampik jika Alex pergi akan bikin gaduh di tim, khususnya respons Marquez. Salah satu langkah adil yang bisa diambil adalah 'menyekolahkan' Alex ke tim satelit LCR Honda dan menariknya lagi ke tim pabrikan setelah beberapa musim.
ADVERTISEMENT
"Masalah lain menurut saya adalah Marquez akan kecewa karena Honda akan mendepak adiknya sebelum dia mendapat kesempatan. Jika ini terjadi, Honda mungkin akan menempatkan Alex di LCR, memberinya waktu satu atau dua tahun sebelum mengembalikannya ke tim pabrikan," pungkas Crafar.
====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!