Tertinggal di Gim Pembuka, Fajar/Rian Menang atas Ganda China

Duel sengit ala nomor ganda menjadi pemandangan yang membius penonton walau Indonesia Open 2019 masih sampai di babak pertama. Berlaga di Court 1 Istora GBK, Fajar Alfian/Muhammad Rian menyegel kemenangan 18-21, 21-14, 21-16 atas Huang Kai Xiang/Liu Cheng.
Fajar/Rian sempat unggul di awal-awal laga yang berlangsung pada Rabu (17/7/2019) ini. Namun, Xiang/Cheng berhasil bangkit begitu menyamakan kedudukan menjadi 6-6.
Ini disebabkan agresivitas Fajar/Rian yang membuat mereka sering melakukan kesalahan sendiri. Ditambah, Xiang/Cheng juga bermain dengan energi yang meledak-ledak sehingga sulit dibendung.
Ganda putra China ini juga tak takut untuk menempatkan shuttlecock ke area-area sulit. Tak mengherankan jika, Fajar/Rian hanya bisa menempel ketat dari 8-9 hingga 14-15.
Laga nomor ganda tidak hanya tentang pukulan cepat. Membangun pertahanan kokoh dan menyusun serangan balik adalah perkara yang tak kalah penting. Terutama, jika kau yang sedang ada dalam kondisi tertekan.
Salah manuver, bukannya tak mungkin kau yang bakal kehilangan angka. Fajar/Rian membuktikannya ketika kedudukan imbang 15-15. Xiang/Cheng melepaskan tekanan bertubi-tubi dalam tempo cepat yang menyudutkan Fajar/Rian.
Ganda putra terakhir yang disebut namanya berusaha menyerang balik, tapi tetap tidak mendapat momentum. Pola macam itulah yang membuat Xiang/Cheng menuai tiga poin beruntun.
Setitik eror yang mengubah jalannya laga muncul ketika Xiang/Cheng memimpin 19-18. Dalam kasus ini, kesalahan itu adalah pengembalian Rian yang membuat shuttlecock membentur net sehingga kedudukan berubah menjadi 20-18. Padahal, sebelumnya Fajar/Rian tampil meyakinkan. Permainan ofensif mengganjar mereka dengan dua poin.
Fajar/Rian merespons kekalahan 18-21 di gim pertama dengan daya ledak. Reli sengit langsung digagas, tapi tak dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.
Permainan seperti ini cukup efektif bagi Fajar/Rian untuk mempertahankan keunggulan meski jaraknya tak lebar--mulai dari 2-1, 9-7, hingga 11-9.
Fajar/Rian merespons kekalahan 18-21 di gim pertama dengan daya ledak. Reli sengit langsung digagas, tapi tak dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.
Keunggulan interval ternyata memberi keleluasaan bagi Fajar/Rian untuk mengeksploitasi permainan lawan. Serangan agresif tetap menjadi senjata yang dipakai untuk menggerus permainan Xiang/Cheng.
Hasilnya menggembirakan. Lawan semakin sering melakukan kesalahan sendiri yang membuat Fajar/Rian memimpin makin jauh, bahkan hingga 17-11.
Arah angin berembus untuk kubu tuan rumah. Fajar/Rian sukses memanfaatkan momentum dan menutup gim kedua dengan kemenangan 21-14.
Membuka gim ketiga dengan meyakinkan, kapal Fajar/Rian sempat oleng. Permainan agresif yang mereka usung memang memiliki efek samping: Kesalahan individu. Umum, sih. Shuttlecock membentur net, penempatan shuttlecock. Tapi, ya begitu. Kesalahan umum itu menggerus jarak keunggulan Fajar/Rian. Xiang/Cheng memangkas ketertinggalan dari 3-7 menjadi 6-7.
Permainan Fajar/Rian langsung jatuh sejatuh-sejatuhnya. Mereka bangkit dan untuk sesaat menyetop torehan angka lawan hingga di angka. Tak peduli sampai jatuh terduduk, Alfian tetap mampu melepaskan pengembalian yang membawa timnya unggul jauh 13-8.
Masalahnya, performa naik turun itu tetap muncul bahkan di gim sepenting ini. Dalam kedudukan 14-9, Fajar dan Rian melakukan kesalahan pengembalian secara bergantian yang mengganjar lawan dengan tambahan dua poin. Kesalahan ini bukannya tak mungkin membikin gemas sebagian penonton karena muncul ketika duel tidak berlangsung dalam tempo sedang.
Paulus Pesurnay, pelatih fisik legendaris Indonesia, pernah bicara bahwa shuttlecock hanya membutuhkan waktu tak lebih dari satu detik untuk berpindah ke bidang permainan lain.
Berlaga dalam tempo secepat itu memang membuat pemain rawan melakukan kesalahan. Tapi, bulu tangkis menuntut setiap pelakonnya untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin. Jika tuntutan itu tidak bisa dipenuhi, kekalahan adalah risikonya.
Tuntutan itulah yang berusaha dipenuhi Fajar/Rian sedapat-dapatnya. Tak melesat-melesat amat, sih, karena Xiang/Cheng juga dapat mengumpulkan poin memangkas jarak. Tapi, keunggulan tetap berhasil dipertahankan Fajar/Rian.
Kabar baiknya, sang lawan juga tak luput dari eror. Pengembalian Cheng yang membentur net menggiring skor pada kedudukan match point 20-16 untuk Fajar/Rian. Klimaksnya tentu servis yang tidak terjangkau Xiang/Cheng yang memastikan kemenangan 21-16 menjadi milik Fajar/Rian.
