Timnas Basket Putri Tetap Lolos ke Perempat Final Usai Kalah Dari China

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebasket putri Indonesia Erinindita Madafa (ketiga kanan) melakukan dribel yang dibayangi pebasket China Ziyu Zhang (kedua kanan) pada pertandingan fase grup bola basket putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di IG Arena, Nagoya, Jepang, Senin (21/9). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pebasket putri Indonesia Erinindita Madafa (ketiga kanan) melakukan dribel yang dibayangi pebasket China Ziyu Zhang (kedua kanan) pada pertandingan fase grup bola basket putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di IG Arena, Nagoya, Jepang, Senin (21/9). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Basket putri 5x5 Tim Indonesia tetap melangkah ke babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menuntaskan fase grup dengan menghadapi salah satu kekuatan terbesar bola basket Asia, China. Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dkk harus mengakui keunggulan Negeri Tirai Bambu usai kalah 41-110 di Aichi International, Senin (21/9/2026).

Meski kalah, laga tersebut menjadi pengalaman penting bagi skuad Merah Putih untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi tim-tim elite Asia berikutnya. Usai kekalahan, Pelatih basket putri Tim Indonesia, Gitautas Kievinas, mengapresiasi respons anak asuhnya.

“Memang ada gap, tapi saya senang dengan permainan para pemain saya pada kuarter pertama. Mereka bermain dengan animo. Saya berharap ke depan kami bisa bermain seperti itu lebih lama,” ujar Gitautas usai laga.

Pebasket putri Indonesia Faizzatus Shoimah (kiri) berusaha melewati adangan pebasket China Yuting Deng (kanan) pada pertandingan fase grup bola basket putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di IG Arena, Nagoya, Aichi, Jepang, Senin (21/9/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Kekalahan dari China menurut Gitautas, pelatih asal Lithuania itu bukan persoalan selisih poin yang cukup jauh. Menurutnya, laga melawan China menjadi kesempatan bagi para pemain untuk merasakan langsung intensitas permainan menghadapi salah satu tim elite Asia.

Buat Gitautas, pengalaman tersebut penting untuk membangun keyakinan para pemain bahwa Indonesia juga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Kami melihat bahwa mereka juga manusia. Mereka merasakan kesakitan. Jadi kami bisa bermain dengan mereka hari ini hanya satu kuarter. Saya berharap segera akan ada lebih dari satu kuarter. Kami akan lebih percaya pada diri kami bahwa kami juga bisa bermain melawan tim elite,” katanya.

Sementara itu, Kapten Tim Indonesia, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, juga melihat pertandingan tersebut sebagai pengalaman berharga bagi tim.

Pebasket putri Indonesia Erinindita Madafa (tengah) dibayangi pebasket China Shuyu Yang (kiri) dan Saiqi Jia (kanan) pada pertandingan fase grup bola basket putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di IG Arena, Nagoya, Jepang, Senin (21/9/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

“Kami masih belum bermain dengan permainan terbaik kami. Seperti yang coach katakan, kami bermain dengan baik di kuarter pertama, kemudian kami terpeleset. Kami tidak menunjukkan yang terbaik,” ujar Dewa Ayu.

“Kami bangun setelah kuarter ketiga. Ini adalah pengalaman yang bagus bagi kami. Kami harus menjadi lebih baik,” tambahnya.

Kendati demikian, basket putri 5x5 Tim Indonesia tetap memastikan lolos ke babak perempat final usai Thailand mengalami kekalahan kedua dari China di Grup A. Selanjutnya, Dewa Ayu dkk masih akan menunggu lawan di perempat final yang akan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9/2026).