Timnas Basket Raih Emas SEA Games Tanpa Naturalisasi Berlebihan, Ini Alasannya
·waktu baca 3 menit

Timnas Basket Putra Indonesia berhasil menyabet medali emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan di SEA Games. Banyak yang bilang, kesuksesan ini karena faktor hadirnya pemain naturalisasi.
Timnas Basket Putra RI dipastikan meraih emas kategori 5x5 pada Minggu (22/5). Pada laga terakhir SEA Games 2021 Vietnam, skuad asuhan Milos Pejic menaklukkan Filipina dengan skor 85-81.
Dengan begitu, Timnas Basket Putra Indonesia tampil gemilang dengan menyapu bersih 6 kemenangan. Hasil ini sekaligus menyudahi tradisi emas Filipina yang selalu meraih medali emas basket SEA Games sejak 1991.
Publik menganggap bahwa pemilihan pemain naturalisasi yang tepat menjadi kunci sukses prestasi Timnas Basket Putra. Ketua Umum Perbasi, Danny Kosasih, tak menampiknya. Namun, ia juga meminta agar masyarakat memahami aturan pemakaian pemain naturalisasi.
"Iya, pasti berpengaruh, tetapi dari kami yang naturalisasi murni cuma satu kan si Marques Bolden. Kalau Derrick [Michael] maupun [Brandon] Jawato kan memang keturunan Indonesia. Aturan FIBA-nya kan cuma boleh satu juga," katanya saat dihubungi kumparan, Senin (23/5).
Sebenarnya, ada satu lagi pemain naturalisasi murni di skuad Timnas Basket Putra. Ia adalah Dame Diagne. Namun, ia dianggap pemain 'lokal' karena disumpah WNI sebelum berusia genap 16 tahun.
"Makanya, kami tak mau berbondong-bondong pakai pemain naturalisasi 4-5 orang, ngapain? Satu saja. Negara lain mau bawa 4 atau 5 terserah, enggak ada urusan saya," terang Danny.
"Kami memang cari pemain yang sebaik mungkin. Kalau untuk menjadi WNI kan, mereka harus melepas paspor asingnya. Bolden siap untuk melepas itu, kami sangat menyambut dia. Kita beda dengan Filipina, Thailand, dan Vietnam yang bisa lebih dari satu paspor," jelasnya.
Aturan tersebut terpampang jelas dalam FIBA Internal Regulations – Book 3 edisi 26 Maret 2022. Pada poin 20a, begini bunyinya:
Sebuah tim nasional yang berpartisipasi dalam Kompetisi FIBA hanya boleh memiliki satu pemain di timnya yang telah memperoleh kewarganegaraan resmi negara itu melalui naturalisasi atau dengan cara lain apa pun setelah mencapai usia enam belas (16), terlepas dari apakah kewarganegaraan tambahan itu diperoleh dianggap efektif saat lahir. Ketentuan ini berlaku juga untuk setiap pemain yang memiliki hak untuk memperoleh kewarganegaraan lain sejak lahir tetapi yang tidak menuntut hak ini sampai setelah mencapai usia enam belas (16).
FIBA Asia Cup akan berlangsung di Jakarta selama 12-24 Juli 2022. Danny Kosasih menerangkan, Timnas Basket Putra di SEA Games 2021 sejatinya dipersiapkan untuk ajang bergengsi Asia itu.
SEA Games sebenarnya tak memberlakukan pembatasan pemakaian pemain naturalisasi. Namun, Danny tetap kekeh ingin menyiapkan tim yang juga bisa dipakai untuk FIBA Asia Cup.
"Kami cukup bahagia, jujur, ini target yang tak kami sangka, kami datang ke Vietnam untuk uji coba FIBA Asia Cup, tetapi bersyukur juga atas hasil ini. Makanya, kami tak mau berbondong-bondong pakai pemain naturalisasi 4-5, ngapain? Satu saja. Negara lain mau bawa 4 atau 5 terserah, enggak ada urusan saya," imbuhnya.
