Timses Richard Tampubolon Buka Suara soal Revisi Peraturan Jelang Munas PBTI
·waktu baca 2 menit

Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) 2023 menjadi sorotan. Hal itu terkait dengan adanya revisi Peraturan Organisasi (PO).
Sebelumnya, Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Jambi, Tony Nainggolan, mengatakan PBTI masa bakti 2019-2023, yang telah selesai pada April dan diperpanjang hingga Juli 2023, telah melakukan kebijakan yang bersifat strategis dengan merevisi PO Munas TI 2023 sebanyak dua kali.
Revisi PO tersebut terjadi pada BAB II Pelaksanaan Musyawarah pasal 6 tentang Tahapan dan Agenda dan Pasal 13 Tentang Pemilihan Ketua Umum.
Sementara itu, Brigjen TNI Robert Ndona selaku Ketua Tim Sukses Letjen TNI Richard Tampubolon mengaku baru mendengar kabar tersebut.
"Yah baru kami dengar juga. Mudah-mudahan, itu baru kabar, kan. Tapi kalau itu memang terjadi, kami yakin. Ada niat baik, ada kemauan yang baik pasti ada jalan," terang Richard dalam konferensi pers di Hotel Century Park, Jakarta.
"Kami menghadapi itu semua dengan tetap berpedoman pada fairplay yang sehat. Semua aturan akan kami ikuti, semua ketentuan akan kami penuhi, dengan dasar semua kami yakin dan percaya bahwa kebenaran akan mendapatkan hasil yang baik," tambahnya.
Munas PBTI rencananya diselenggarakan di Sentul, Bogor, pada 4 September mendatang. Richard Tampubolon menjadi salah satu calon ketua umum yang diusung.
Sementara itu, Letjen Purn. TNI Thamrin Marzuki juga maju dengan status petahana. Timses Richard Tampubolon mengaku sudah mengantongi 25 suara Pengprov.
"Saat ini kami sudah mengantongi 25 Pengprov untuk mendukung beliau maju sebagai Ketum PBTI. Kami yakin dan percaya, karena ini aspirasi datang dari Pengprov untuk beliau menjadi Ketum," ujar Robert.
"Beliau akan mendedikasikan semua kemampuan beliau, totalitas untuk prestasi taekwondo ke depan," pungkasnya.
