Titik Rem Ekstrem Sirkuit Argentina, Pebalap MotoGP Harus Atasi Beban 700 Kg
·waktu baca 2 menit

MotoGP akan dihelat di Argentina pada 1-3 April 2022. Sirkuit tempat balapan akan digelar, Autodromo Termas de Rio Hondo yang panjangnya 4,805 km dengan 14 tikungan, memiliki titik pengereman ekstrem dalam arti yang menantang pebalap.
Media Jerman, Speedweek, mengutip data dari Brembo, pabrikan sistem rem otomatis asal Italia yang menjadi mitra MotoGP. Secara total, para pebalap mengerem selama 30 detik per putaran, sama seperti di Sirkuit Mugello, Italia, meski lintasannya hampir setengah kilometer lebih panjang.
Berdasarkan jarak balapan, ini berarti seorang pebalap akan mengerem selama lebih dari 12,5 menit dalam 25 putaran balapan, setara dengan 31 persen dari jarak balapan. Secara total, para pebalap MotoGP menempatkan beban lebih dari 700 kg pada tuas rem, yang merupakan nilai terendah kedua musim ini setelah Australia.
Autodromo Termas de Rio Hondo punya total 14 tikungan, Brembo menghitung ada 8 titik pengereman di sini. Menariknya, titik pengereman yang paling menuntut adalah 5 tikungan pertama, jadi trek memiliki dua bagian yang sangat berbeda.
Titik pengereman tersulit adalah setelah lintasan lurus terpanjang di 1,076 km. Jadi di Tikungan 5, pebalap MotoGP harus menerapkan tuas rem selama 6,3 detik, mengurangi kecepatan dari 320 menjadi 76 km/jam.
Namun, kondisi trek tahun ini bisa lebih menantang bagi pebalap MotoGP. Sebab, Autodromo Termas de Rio Hondo absen dari MotoGP pada 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19. Sirkuit yang terletak di Provinsi Santiago del Estero itu diprediksi memiliki kerusakan dan kotor, yang tentunya akan berpengaruh pada cengkeraman rem.
"Meski tidak ada balapan, sirkuit ini mengalami pasang-surut, seperti kebakaran yang terjadi Februari lalu yang merusak sebagian besar gedung utama, gedung pers, kantor Race Control, dan area VIP," tulis Media Italia, GP One, pada Senin (28/3).
"Ada waktu untuk mengatur semuanya kembali, tetapi pertanyaan terbesar tetap soal apakah kondisinya memungkinkan untuk dijajal pebalap. Sirkuit Termas tidak terlalu banyak digunakan sepanjang tahun dan pandemi semakin mengurangi aktivitas di lintasan, dengan konsekuensi kemungkinan besar pebalap akan menemukan aspal kotor dengan sedikit karet," lanjut mereka.
